Berita

Donald Trump/Net

Dunia

Pasar Mulai Melihat Trump Berpeluang Jadi Presiden AS

SENIN, 07 NOVEMBER 2016 | 09:15 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Investor mendadak memasuki mode menghindari risiko karena perubahan momentum yang mengatakan bahwa Donald Trump memiliki peluang untuk menjadi pemenang Pemilihan Presiden Amerika Serikat yang akan digelar beberapa hari lagi.

"Pasar mulai memperhitungkan premi risiko akan kemungkinan ini sehingga terjadi penurunan selera risiko secara drastis. Permintaan terhadap aset safe haven seperti Emas dan Yen Jepang pun meningkat tajam," kata analis dari FXTM, Jameel Ahmad, dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 7/11).

Menurut Jameel, adanya peluang bagi Donald Trump untuk terpilih menjadi Presiden AS masih belum terefleksikan sepenuhnya di pasar, sehingga pasar saham berpotensi semakin melemah dan permintaan akan Emas dan Yen Jepang pun dapat meningkat. Semakin kuatnya JPY akan menjadi masalah tersendiri bagi Bank of Japan (BoJ).


"Bank sentral ini akan sangat terpukul apabila Trump menang karena permintaan JPY akan melonjak drastis dan harapan bahwa Yen dapat melemah sesuai keinginan BoJ pun akan pupus," jelasnya.

Jika Trump menang, lanjutnya, prospek pasar global berpotensi menderita gejolak yang akan tercatat dalam sejarah sebagai momen politik paling mengejutkan di era modern. 2016 adalah tahun yang sungguh tidak biasa dengan pilihan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa yang mengakibatkan kejutan besar di seluruh dunia.

Apabila Trump menjadi Presiden AS, sambungnya lagi, reaksi pasar pun akan setidaknya setara dengan itu. Kita juga menyaksikan melejitnya popularitas Pokémon di tahun ini, jadi tidak bisa mengesampingkan kemungkinan bahwa masih akan ada berbagai kejutan lain di sisa tahun 2016.

"Inilah saatnya untuk menghadapi kenyataan bahwa, walaupun kecil, peluang Donald Trump untuk memenangi Pilpres AS semakin besar. Ia dapat saja menjadi orang paling berkuasa di dunia ini beberapa hari lagi," demikian Jameel. [ysa]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya