Berita

Gatot Nurmantyo/Net

Politik

Sekjend Arun Apresiasi Sikap Bijaksana Panglima TNI Kawal Demo

MINGGU, 06 NOVEMBER 2016 | 03:53 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kemajuan demokrasi di Republik Indonesia sangat luar biasa, damai, dan tertib. Terlihat ekuatan massa yang begitu besar menuntut agar Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok diadili karena diduga perkataannya yang telah menistakan agama Islam berjalan dengan lancar

"Saya merasakan ada sesuatu kemajuan demokrasi di republik ini dimana saat ini telah terlihat dari aksi unjuk rasa 4 November kemarin yang begitu besar kekuatan massanya namun terlihat damai dan sejuk," kata Sekretaris Jenderal DPP Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (Arun), Bob Hasan, dalam keterangan beberapa saat lalu (Minggu, 6/11).

Bob juga mengapresiasi peran Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, yang berusaha menenangkan massa aksi ketika ada kericuhan akibat tembakan gas air mata yang dilakukan oleh pihak Kepolisian.


"Peran Panglima TNI sangan luar biasa dalam menenangkan massa dan menghilangkan egoisme dan bertindak atas nama Kapolri. Panglima juga meminta teman-teman dari kepolisian untuk bersikap tenang dan tidak terprovokasi serta mengajak mengaji," jelas Bob.

Dalam sejarah Perkembangan Bangsa semenjak Kemerdekaan RI, menurut Bob belum pernah ada seorang Panglima TNI dapat turun ke jalan untuk langsung meredam kericuhan dengan tidak menggunakan tindakan-tindakan yang represif.

"Begitu juga Kapolri terlihat begitu sibuk untuk melakukan proses negoisasi demi dapat menampung aspirasi pengunjuk rasa," kata Bob.

Bob menuturkan bahwa saat ini bangsa kita sedang diuji apakah berada pada posisi negara berdasarkan kekuasaan atau negara berdasarkan hukum. Dan yang terpenting berharap kepada seluruh masyarakat agar tidak terprovokasi untuk membenci satu sama lain sekallipun tidak satu suku, agama atau keyakinan. [ysa]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya