Berita

Joko Widodo/net

Politik

Pertimbangkan Situasi Tanah Air, Jokowi Tunda Kunjungan Ke Australia

SABTU, 05 NOVEMBER 2016 | 13:30 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Presiden Joko Widodo menunda rencana kunjungan kenegaraannya ke Australia yang diagendakan sejak malam ini hingga 8 November mendatang.

Kabar ini didapatkan dari situs resmi Sekretariat Negara, beberapa saat lalu (Sabtu, 5/11). Alasan penundaan itu adalah situasi dan kondisi terkini di Tanah Air yang memerlukan keberadaan Presiden.

Namun tidak dijelaskan lebih terang apakah situasi dan kondisi yang dimaksud itu masih terkait demonstrasi besar yang terjadi sepanjang hari kemarin sampai dinihari tadi.


Jokowi sendiri, sekitar pukul 10.30 WIB tadi, telah menghubungi Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull, untuk menyampaikan kabar penundaan kunjungan tersebut.

Presiden juga telah menugaskan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, untuk membahas ulang penjadwalan kunjungan tersebut. Demikian kabar dari Humas Kemensetneg.

Sebagaimana diinfomasikan dalam rilis Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, hubungan Indonesia dan Australia saat ini sedang berada pada kondisi yang sangat baik. Kedua negara selalu berkomitmen terus meningkatkan hubungan kenegaraan yang sangat penting ini.

Pemerintah Indonesia sekaligus menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Australia yang telah melakukan persiapan yang sangat baik guna menyambut kedatangan Presiden Jokowi. [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya