Berita

Jusuf Kalla-Joko Widodo

Politik

Yusril: Presiden Yang Dicitrakan Merakyat Justru Menghindari Rakyat Di Saat Genting

SABTU, 05 NOVEMBER 2016 | 10:40 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Sikap Presiden Joko Widodo yang ingkar janji adalah salah satu pemicu kericuhan kecil yang terjadi di ujung Aksi Bela Islam II, kemarin.

Sebetulnya, kelompok demonstran sejak awal berkomitmen menjalankan aksi dengan damai. Hal itu dikatakan Ketua Umum Partai Bulan Bintang, Yusril Ihza Mahendra, kepada wartawan, Sabtu pagi (5/11).

Namun, menurut Yusril, massa dibuat kecewa setelah tahu Jokowi tidak tetap berada di Istana Merdeka dan tidak menerima langsung perwakilan para demonstran.


Padahal sehari sebelumnya, dalam konferensi pers bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di beranda Istana Merdeka (Kamis, 3/11), Jokowi berjanji untuk tetap berada di Istana dan bekerja seperti biasa sepanjang Jumat 4 November 2016.  

"Janji itu akhirnya buyar karena Presiden pergi ke Cengkareng untuk sesuatu yang tidak begitu penting. Wapres Kalla yang akhirnya menerima wakil demonstran, tak cukup memuaskan," kata Yusril.

"Akhirnya sebagian pendemo tetap bertahan untuk bertemu Presiden. Namun itu tidak terjadi, padahal rusuh sudah terjadi di beberapa titik wilayah Jakarta. Presiden yang dicitrakan dekat dengan rakyat, di saat genting justru menghindar dari rakyatnya sendiri," sesalnya.

Terkait janji Wapres JK bahwa penyelidikan dugaan penistaan agama oleh Basuki Purnama alias Ahok akan diselesaikan selama dua minggu, Yusril menilainya masih terlalu lama.

"Dalam dua minggu berbagai hal tak terduga bisa saja terjadi. Pemerintah harus mempercepat proses ini. Jika tidak ada langkah nyata, demo lebih besar bukan mustahil akan terjadi," tambahnya. [ald]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

UPDATE

Inilah Jurus GoTo Tingkatkan Kesejahteraan Driver

Rabu, 28 Januari 2026 | 00:08

Relawan SPPG Didorong Bersertifikasi

Rabu, 28 Januari 2026 | 00:04

Ulama Asal Madura Raih Summa Cum Laude di Universitas Al-Azhar

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:44

Penolakan Publik soal Posisi Polri di Bawah Kementerian Capai 71,9 Persen

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:28

MUI Sarankan RI Mundur dari Board of Peace

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:21

GAN Minta Mabes Polri Gelar Perkara Khusus Kasus Pemalsuan IUP

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:18

Jelang HPN 2026, JMSI Kaltim Dorong Pers Adaptif Hadapi Perubahan Perilaku Gen Z

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:18

Asta Cita Prabowo Tak Boleh Berhenti Sebatas Slogan Politik

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:01

Pusjianmar Seskoal Bedah MDA Bersama Pakar dari British Royal Navy

Selasa, 27 Januari 2026 | 22:57

Presiden Prabowo Perkuat Kerja Sama Pendidikan Indonesia-Inggris

Selasa, 27 Januari 2026 | 22:55

Selengkapnya