Berita

Foto: Video Ahok di Youtube

Politik

Buni Yani: Pendukung Ahok Jangan Menyiram Bensin Ke Api Yang Berkobar

SABTU, 05 NOVEMBER 2016 | 07:12 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Buni Yani meminta para pendukung Calon Gubernur DKI Jakarta (petahana) Basuki Purnama alias Ahok, untuk tidak terus memanas-manasi suasana.

Buni adalah sosok yang dilaporkan ke polisi dalam kasus dugaan pengeditan video kontroversial Ahok yang berisi dugaan penistaan agama.

Beberapa saat lalu ia mengeluarkan pernyataan lewat akun facebook pribadinya. Eks praktisi media massa itu berharap para pendukung Ahok tidak terus memanaskan suasana dengan tujuan dirinya diproses secara hukum.


"Tolong provokasi kalian dihentikan. Yang kalian lakukan ikut memperburuk kondisi. Ini bukan kata saya, tapi kata orang lain," jelasnya.

Buni mengklaim, dukungan tidak berhenti berdatangan kepadanya sejak ia dilaporkan ke polisi sebulan lalu.

"Karena saya dianggap tak bersalah. Justru mereka menganggap apa yang saya lakukan bagian dari tugas kita sesama warga negara untuk saling mengingatkan," katanya.

Bahkan Buni mengaku sering diminta foto bersama oleh warga yang mengenal wajahnya ke mana saja dia pergi. Ia mengartikannya sebagai bentuk dukungan kepada dirinya yang dilaporkan ke polisi karena menyebarkan video dugaan penistaan agama oleh Ahok.

"Itu sebabnya saya mengimbau kepada semua pihak untuk mendinginkan suasana. Berhenti melakukan provokasi, mem-bully, mengarahkan opini publik dengan berita fitnah dan pelintir, dan bentuk-bentuk lainnya," lanjutnya.

Buni Yani juga menyinggung soal petisi online di media sosial yang berisi tuntutan agar dirinya segera ditangkap dalam perkara video Ahok.

"Petisi agar saya segera ditangkap tak akan membantu, justru semakin menyiramkan bensin ke tengah api yang sedang berkobar," ucapnya.

Dosen di sebuah perguruan tinggi swasta ternama itu pun mengklaim memiliki info yang sangat buruk terkait intensifnya serangan ke dirinya dalam seminggu terakhir. Namun dirinya tidak akan membuka informasi itu ke publik karena ia  tahu akan berakibat sangat buruk.

"Jadi, dari hati yang paling dalam, sebagai sesama warga negara, mari berhenti saling adu domba dan memanasi kalau kita sama-sama mencintai bangsa ini," tutup Buni Yani. [ald]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

UPDATE

Serangan terhadap Konvoi Pasukan UNIFIL di Lebanon Tewaskan Dua Personel

Selasa, 31 Maret 2026 | 01:53

Mantan Dirjen PHU Hilman Latief Diduga Terima Duit Ribuan Dolar AS

Selasa, 31 Maret 2026 | 01:36

Sejumlah Kades di Lebak Ngadu ke DPR Minta Segera Wujudkan DOB

Selasa, 31 Maret 2026 | 01:10

Maktour Raup Rp27,8 Miliar dari Permainan Kuota Haji

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:55

Pengorbanan TNI Bukti Nyata Komitmen Indonesia Jaga Perdamaian Dunia

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:41

Mantan Anak Buah Yaqut Diduga Terima 436 Ribu Dolar AS

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:14

Serangan Israel ke Pasukan UNIFIL Pelanggaran Serius Resolusi DK PBB

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:01

Tim Garuda Gigit Jari Usai Ditekuk Bulgaria 0-1

Senin, 30 Maret 2026 | 23:33

Kader PDIP Siap Gotong Royong Bantu Keluarga Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Senin, 30 Maret 2026 | 23:17

DKI Siap Hadirkan Zebra Cross Standar di Jalan Soepomo Tebet

Senin, 30 Maret 2026 | 22:47

Selengkapnya