Berita

Nusantara

Mobil Metro TV Diusir Massa dari Halaman Masjid

JUMAT, 04 NOVEMBER 2016 | 14:12 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Secara tiba-tiba, kelompok pengunjuk rasa yang sudah berkumpul di halaman Masjid Agung, Jalan Diponegoro, Medan, melakukan pengusiran terhadap mobil Satelit News Gathering (SNG) Metro TV.

Massa yang melakukan aksi itu adalah bagian dari gerakan anti penistaan agama. Mereka berdemonstrasi dengan isu yang sama dengan gerakan banyak organisasi Islam di Jakarta dan beberapa daerah lain hari ini, yaitu menuntut penegakan hukum atas Gubernur DKI Jakarta (non aktif), Basuki Purnama alias Ahok, karena diduga menista agama Islam.

Diberitakan MedanBagus.com, tidak jelas awalnya mengapa tiba-tiba massa yang berjumlah hampir ribuan orang menghampiri mobil satelit yang sejak pagi terparkir di sana. Massa meminta seluruh kru televisi milik konglomerat Surya Paloh itu meninggalkan lokasi dan tidak meliput rencana unjuk rasa mereka.


Anehnya, massa hanya mengincar mobil SNG Metro TV, sementara kendaraan satelit milik media I News TV di bawah MNC Group yang letaknya berdampingan sama sekali tidak diusik.

"Kami mohon agar media MNC bisa memberikan berita secara objektif, kami ingin acara ini diliput dengan baik. Umat Islam itu rahmatan lil alamin, Allahu Akbar," teriak koordinator aksi, Eka Putra, menggunakan pengeras suara, Jumat pagi (4/11).

Pihak kepolisian yang berada di lokasi sejak pagi langsung bertindak melihat aksi pengunjuk rasa tersebut. Belasan personil Sabhara langsung mengawal mobil SNG Metro TV hingga meninggalkan lokasi.

Tidak ada penjelasan lengkap dari koordinator aksi maupun demonstran lainnya terkait tindakan tersebut. Namun, sudah diketahui umum bahwa Metro TV sangat identik dengan Partai Nasdem di bawah kepemimpinan Surya Paloh yang mendukung pencalonan Ahok di Pilkada DKI Jakarta.

Sedangkan ratusan personel kepolisian sejak pagi tadi sudah ditempatkan di Masjid Agung, Jalan Diponegoro, Medan, Jumat (4/11). Mereka terdiri dari Satuan Sabhara dan Satuan Lalu Lintas. Terlihat juga sejumlah kendaraan taktis seperti mobil water canon milik Sabhara yang ditempatkan di halaman kantor Gubernur Sumut tak jauh dari lokasi.

Kapolsek Medan Baru, Kompol Ronni Bonic, mengatakan mereka menurunkan sekitar 450 personil untuk pengamanan di lokasi Masjid Agung Medan yang menjadi titik konsentrasi massa pengunjuk rasa.

"Di sini menempatkan 450 personil dilokasi ini. Personil juga diplot pada beberapa tempat lain yang akan menjadi lokasi aksi," katanya. [ald]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Gugurnya Prajurit Jadi Panggilan Indonesia Tak Lagi Jadi Pemain Cadangan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:20

Aktivis KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:19

Trump Ngotot akan Tetap Hancurkan Listrik dan Semua Pabrik di Iran

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:17

KPK Kembangkan Kasus Suap Importasi

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:09

Pertamina Bantah Kabar Harga Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02

Siang Ini Jakarta Diprediksi Kembali Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:00

Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon, Menlu Desak DK PBB Rapat Darurat

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:45

Transparansi Terancam: 37 Ribu Pejabat Belum Serahkan LHKPN

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Puspom TNI

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:27

Gibran Didorong Segera Berkantor di IKN Agar Tak Mubazir

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya