Berita

Politik

Menteri Puan: Kebudayaan Bikin Erat Hubungan Indonesia Dan China

RABU, 02 NOVEMBER 2016 | 21:54 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pagelaran ballet karya agung Raise the Red Lantern oleh National Ballet of China di Indonesia menjadi sarana emas bagi Indonesia dan China untuk mempererat hubungan diplomatik kedua negara. Apalagi kesenian ballet karya agung sudah sangat populer dan telah dipentaskan lebih dari 400 kali dan mendapat sambutan baik di negara-negara yang dikunjungi.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani sendiri menghadiri pageralar ballet karya agung mewakili Presiden Joko Widodo yang diundang secara khusus oleh Kedutaan Besar China untuk Indonesia, Xie Feng. Puan mengatakan, setiap negara memiliki beraneka ragam seni dan budaya yang merupakan ekspresi estetis dan filosofis yang membangun identitas dan karakter suatu bangsa. Kekayaan budaya ini sangat bermanfaat dalam membangun ”persahabatan melalui kebudayaan” antar bangsa di dunia. 

"Suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi bangsa Indonesia mendapat kesempatan melihat pergelaran ballet karya agung Raise the Red Lantern” oleh National Ballet of China. Diplomasi kebudayaan yang penuh damai antar negara seperti halnya melalui pagelaran ballet ini dapat membawa dampak positif untuk perdamaian dunia yang kita idamkan bersama," ujar Menko Puan, beberapa saat lalu (Rabu, 2/11). 

Selain Menko PMK, turut hadir dalam acara ini, Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Lebih jauh Menko PMK menjelaskan, hubungan baik Indonesia dan China memiliki sejarah yang sangat panjang. Bahkan hubungan persahabatan itu sudah terjadi jauh sebelum kedua negara meraih kemerdekaannya. Kapal-kapal China, Indonesia, maupun bangsa lain telah melayari jalur perdagangan di dunia yang dikenal sebagai ”Jalur Sutra Laut” selama ribuan tahun yang lalu. 

"Meskipun pelayaran tersebut utamanya dalam rangka perdagangan, namun interaksi dari kegiatannya telah membawa pengaruh budaya yang timbal-balik antar negara khususnya antara China dan Indonesia," imbuhnya. 

Sejarah mencatat, hubungan antara kedua negara sangat berkontribusi atas suksesnya pelaksanaan Konferensi Asia Afrika I pada 18 April 1955 di Indonesia, yakni melalui peran kunci Perdana Menteri Republik Rakyat China, Zhou Enlai dan Presiden Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Kedua tokoh tersebut selama masa hidupnya menunjukkan keteladanan sikap yang saling menghargai dalam perbedaan dan sikap penuh komitmen atas apa yang diucapkan dan ditetapkan. 

"Keduanya bahu membahu dalam mewujudkan kesetiakawanan negara-negara Asia-Afrika yang baru merdeka dan dalam membangun hubungan antar negara-negara di dunia yang adil dan sederajat," imbuh Puan.

Hubungan persahabatan Indonesaia dan China terus terbina dengan baik hingga saat ini. Hubungan baik itu dibuktikan dengan semakin meningkatnya kerjasama, terutama dalam bidang investasi, perdagangan, dan kegiatan kunjungan wisata. 

"Salah satu hubungan diplomatik yang baik antara Indonesia dan China itu dibuktikan juga dengan kebudayaan yang penuh damai antar negara, seperti halnya melalui pagelaran ballet saat ini," lanjutnya. 

Karena itu pula, Menteri Puan menyampaikan apresiasi kepada rakyat dan Pemerintah Republik Rakyat China, khususnya Duta Besar Republik Rakyat Cina, Bapak Xie Feng, atas inisiatif menggelar Acara Pagelaran Ballet Raise the Red Lantern” oleh National Ballet China. Ia yakin pergelaran ballet ini yang merupakan perpaduan gerakan, nada dan ekspresi seni tari tradisional dan modern ini sangat menghibur. 

Semoga ke depan kerjasama antara Pemerintah Republik Rakyat China dan Republik Indonesia bersama negara-negara sahabat lainnya semakin baik dan bermakna dalam rangka memelihara ketertiban dan perdamaian dunia yang abadi," demikian Menteri Puan. [ysa]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya