Berita

Jaya Suprana

Jaya Suprana

Imbauan Menko Polhukam Menyejukkan Suasana

RABU, 02 NOVEMBER 2016 | 00:18 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

DI sela acara Munas PBSI di Hotel Bumi Surabaya 31 Oktober 2016, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Republik Indonesia, Jenderal Purnawirawan Wiranto, mempersilakan masyarakat menggelar unjuk rasa pada 4 November 2016 mendatang.

Namun, Wiranto mengimbau agar para pendemo tetap mentaati peraturan tentang menyatakan pendapat di muka umum, dan tidak membuat yel-yel yang memprovokasi dan timbul kerusuhan. Para pengunjuk rasa dipersilakan mematuhi peraturan undang-undang unjuk rasa tanpa kemudian membuat kekacauan seperti mengeluarkan yel-tel yang bersifat menghina yang rawan memicu kerusuhan.

Kata Wiranto, pemerintah sudah meminta kesadaran masyarakat, bahkan Presiden Jokowi sudah memberikan suatu imbauan, bahwa demonstrasi boleh, itu hak ada undang-undangnya menyatakan pendapat di muka umum. Wiranto yang malam itu terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PBSI periode 2016-2020 ini menambahkan, aparat keamanan beserta Panglima TNI dan Kapolri sudah siaga penuh untuk mengamankan unjuk rasa 4 November 2016.


Secara pribadi saya mengenal Wiranto sejak beliau TIDAK memanfaatkan kesempatan untuk mengambil alih kekuasaan tertinggi setelah pada tanggal 21 Mei 1998 Presiden Soeharto menyatakan dirinya lengser dari tahta kepresidenan Republik Indonesia. Pada saat bersejarah tersebut sebenarnya sang jenderal kelahiran Yogyakarta sebagai Panglima TNI memiliki kesempatan untuk mengambil alih kekuasaan tertinggi di Indonesia namun sejarah membuktikan bahwa Wiranto lebih mengutamakan kepentingan negara, bangsa dan rakyat Indonesia ketimbang kepentingan ambisi pribadi dirinya sendiri.

Pada masa itulah, saya pribadi sangat berterima kasih, menghormati dan menghargai sikap Panglima TNI, Jenderal Wiranto yang menurut pendapat saya benar-benar tulus berikhtiar menjunjung tinggi kepentingan negara, bangsa dan rakyat di atas segala-galanya.

Jenderal Wiranto benar-benar menyadari dampak resiko perpecah-belahan bangsa apabila beliau mengambil-alih kekuasaan sebagai presiden Republik Indonesia. Delapanbelastahun kemudian, Jenderal Purnawirawan Wiranto sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan pada Kabinet Kerja Presiden Jokowi kembali membuktikan dirinya sebagai seorang negarawan yang mengedepankan dan mengutamakan kepentingan bangsa, negara dan rakyat Indonesia  dalam menghadapi unjuk rasa skala besar yang direncanakan akan diselenggarakan di ibukota Republik Indonesia pada tanggal 4 November 2016.

Para pengunjuk rasa perlu secara khusus memperhatikan imbauan Menko Polhukam agar TIDAK melakukan kekerasan termasuk kekerasan verbal dalam bentuk penghujatan dan penghinaan yang rawan memprofokasi massa melakukan  kekerasan ragawi. Pernyataan Wiranto di Surabaya mendukung keteladanan Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto di Hambalang siang hari pada hari yang sama demi menyejukkan suasana sosio-politik-budaya Tanah Air Udara yang sedang memanas.

Pernyataan Menko Polhukam menggarisbawahi sekaligus melengkapi kesuriteladanan kedua tokoh utama nasional di Hambalang bagi para pengunjuk-rasa mewujudkan hak mereka untuk berunjuk-rasa dengan sikap dan perilaku disiplin taat dan patuh hukum dan bersatupadu dalam menghindari kekerasan yang jelas sama sekali di luar harapan apalagi kehendak segenap warga Indonesia yang cinta Indonesia, sesuai roh yang tersurat dan tersirat di dalam syair lagu Indonesia Pusaka mahakarya Ismail Marzuki nan kekal abadi menggetar sukma sepanjang masa:  Indonesia Tanah Air Beta, Pusaka Abadi nan Jaya, Indonesia sejak dahulu kala selalu dipuja-puja bangsa. Di sana tempat lahir beta, dibuai dibesarkan Bunda. Tempat berlindung di hari tua, sampai akhir menutup mata. MERDEKA! [***]

Penulis adalah warga Indonesia pendamba damai

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya