Berita

Politik

Pertanyaan Tokoh Agama Tak Dijawab Dengan Jelas Oleh Presiden

SELASA, 01 NOVEMBER 2016 | 17:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Presiden Joko Widodo diharapkan bicara ke publik terkait penanganan kasus penistaan agama yang diduga dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama.

Dalam pertemuan dengan tokoh agama dari Muhammadiyah, MUI, dan NU di Istana, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan Presiden harus menyampaikan Ahok harus ditindak kalau memang terbukti melecehkan agama.

"Kedua, Pak Presiden, publik kecewa, agaknya penting Pak Presiden menyatakan dengan tegas dan terang bahwa kita akan tindak secara hukum bila Ahok betul menistakan keberagaman dan Islam. Pidato seperti itu penting Pak Presiden sampaikan seperti seterang dan tegas Bapak menyampaikan akan lawan pungli serupiah pun agar umat tenang dan yakin. Mereka butuh sikap terang dari Bapak," jelas Dahnil dalam keterangan tertulisnya (Selasa, 1/11).


Hal pertama yang disampaikan Dahnil dalam pertemuan itu adalah mempertanyakan kenapa ormas-ormas yang akan menggelar unjuk rasa pada Jumat (4/11) mendatang tidak diundang ke Istana. [Baca: Ditanyakan Langsung Ke Presiden, Kenapa Ormas Yang Mau Demo Ahok Tak Diundang]

Namun sayangnya, Presiden tidak menjawab langsung pertanyaan dan permintaan oleh Dahnil.

Jokowi malah menyampaikan pentingnya membangun kultur ekonomi, politik, sosial dan budaya yang kuat untuk menjawab masalah kesenjangan antar wilayah. [Baca: Didesak Tokoh Agama, Jokowi Berkelit Ngaku Tak Bekingi Ahok]

"Nah, salah satunya ya melalui revolusi mental itu. Hari ini kita terlalu banyak memproduksi UU dan mohon maaf orientasinya proyek. Dikit-dikit hukum, dikit-dikit hukum Padahal nilai etika di atas hukum maka revolusi mental penting," kata Jokowi seperti dikutip dari keterangan tertulis Dahnil tersebut.

Dahnil sendiri senang bisa menyampaikan pesan dan kritik langsung kepada Presiden walau tidak dijawab dengan terang. "Semoga Allah SWT selalu meridhai dan melindungi bangsa ini," tutup Dahnil. [zul]

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

UPDATE

Airlangga: Negosiasi Tarif AS Terkait Board of Peace Gaza

Sabtu, 14 Februari 2026 | 21:47

Pengedar 15,5 Kg Ganja Diciduk di Parkiran Stasiun Tanah Abang

Sabtu, 14 Februari 2026 | 21:16

Dokumen Epstein Seret Nama Ahmed bin Sulayem, DP World Tunjuk Bos Baru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 20:27

Tetap Jalan, Menko Pangan Jelaskan Skema MBG di Bulan Ramadan

Sabtu, 14 Februari 2026 | 19:52

Film Heartbreak Winter x Mordenbeu: Dari Cinta yang Retak Menuju Versi Terbaik Dirimu

Sabtu, 14 Februari 2026 | 18:53

BNI Siagakan Layanan Terbatas Saat Libur Imlek

Sabtu, 14 Februari 2026 | 18:49

PANFEST 2026 Ajang Konsolidasi Kuatkan Ekonomi Rakyat

Sabtu, 14 Februari 2026 | 18:17

Diluruskan, Ini Alasan Polisi Tidak Tahan Bahar bin Smith

Sabtu, 14 Februari 2026 | 17:43

PANFEST 2026 Hadirkan 12.000 Sajian Pangan Nusantara di Hutan Kota GBK

Sabtu, 14 Februari 2026 | 17:08

Roy Suryo Cs Minta Cabut Status Tersangka, Ini Kata Polda Metro

Sabtu, 14 Februari 2026 | 16:37

Selengkapnya