Berita

Ruhut Sitompul/Net

Wawancara

WAWANCARA

Ruhut Sitompul: Demokrat Bukan Pilihanku Yang Pertama, Tapi Pilihan Partaiku Yang Terakhir...

SENIN, 31 OKTOBER 2016 | 08:57 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Si Poltak Raja Minyak dari Medan ini menanggapi santai rekomendasi pemecatannya. Menurut dia, rekomendasi pe­mecatan yang dikeluarkan oleh Wanhor DPP Partai Demokrat hanyalah sebuah sensasi. Sebab, kata Ruhut, yang berhak meme­catnya hanyalah SBY sebagai Ketua Majelis Tinggi dan Ketua Umum Partai Demokrat. Berikut pernyataan Ruhut menang­gapi rekomendasi Wanhor dan Kowas;

Wanhor menguatkan kepu­tusan Kowas yang mereko­mendasikan agar Anda dan Hayono Isman dijatuhi sanksi pemecatan. Bagaimana Anda menanggapi itu?
Aku sedih, kok pada enggakngerti undang-undang, enggak ngerti AD/ART. Yang gitu-gitu itu ngomong mau cari sensasi. Yang bisa mecat itu cuma Ketua Umum, SBY. Siapa mereka (Wanhor dan Kowas) itu. Aku tunggu (keputusan) dari SBY saja. Gitu aja bos jawaban aku.

Jadi, rekomendasi Kowas dan Wanhor itu enggak ada pengaruhnya dong?

Jadi, rekomendasi Kowas dan Wanhor itu enggak ada pengaruhnya dong?
Kalau mereka-mereka kan para pesaing aku. Yang nggak bisa bersaing di hadapan Pak SBY kan.

Anda kok bisa percaya diri seperti itu. Memangnya Anda yakin SBY tak akan memecat Anda?

Ya silakan saja. Dia memberi­takan aku sudah berapa bulan, apalagi di Rakyat Merdeka. Tiap hari terbit bikin berita, harusnya malu dong.

Roy Suryo, Wakil Ketua Partai Demokrat bilang, kepu­tusan pemecatan Anda oleh Wanhor sudah sama dengan Ketua Umum?
Kalau Roy itu kan ... jemuran tetangga kan.

Maksudnya?
Kan mantan Menpora, mem­bawa pulang (aset) rumah dinas. Kau makin parah, percaya sama Roy Suryo. Kalau kau banding­kan aku dengan Roy, kau sama saja merendahkan aku.

Kalau nanti positif SBY teken pemecatan Anda, kira-kira ada rencana mengajukan gugatan enggak?
Oh nggak, memangnya aku Fahri Hamzah. Buat Ruhut ini, jabatan bukan segalanya. Menkopolhukam gua tinggal­kan, DPRgua tinggalkan.

Kalau Anda dipecat dari partai praktis Anda tidak lagi jadi anggota DPR lho. Anda berani seperti itu apa lantaran dapat tawaran jabatan di luar Demokrat?
Sudahlah nggak usah pancing-pancing aku mundur dari DPRbukan karena mau jadi Kepala Staf Presiden.

Tapi aku hanya mau me­menangkan Ahok. Aku mau membuktikan Ahok ini yang terbaik untuk warga Jakarta. Ahok pasti menang satu pu­taran, itu aja.

Walaupun nanti misalnya Presiden Jokowi atau Ahok menawari Anda jabatan Anda tetap tak akan mau?
Kalaupun nanti aku dapat tugas dari Presiden, ya apa pun tugasnya aku siap melaksanakan. Kan gitu. Saya kan loyalis Bapak Joko Widodo, Presiden ketujuh, yang sangat dikagumi dunia.

Lalu kenapa masih ngotot di Demokrat?
Karena sudah banyak partai yang menunggu aku. Jadi kalau aku keluar, semua ditampung. Tapi aku nggak mau. Demokrat bukan pilihan partaiku yang pertama, tapi pilihan partaiku yang terakhir.

Memangnya partai mana saja yang sudah siap menam­pung Anda?

Oh banyak, lebih dari lima.

Sepertinya Anda ingin balik lagi ke Golkar ya?
Kalau Golkar, kau sudah den­gar statemennya Novanto, Ketua Umum.

Terakhir, apa pesan untuk Wanhor yang merekomendasi pemecatan anda?
Kalau untuk mereka, belajar dululahaturan berpartai ya. Itu aja.   ***

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya