Berita

Achmad Basarah/Net

Politik

Achmad Basarah: Pancasila Itu Sintesis Islam Dan Nasionalisme

MINGGU, 30 OKTOBER 2016 | 13:57 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pancasila merupakan sintesis antara Islam dan Nasionalisme. Ia ibarat sepasang rel kereta api yang harus selalu berdampingan dengan kokoh untuk mengantarkan penumpangnya sampai pada tujuannya.
 
Demikian disampaikan Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Achmad Basarah saat bersama Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristyanto melantik pengurus cabang Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) se-Bangka, di Pangkalpinang (Minggu, 30/10).
 
Pelantikan dihadiri juga oleh Ketua DPD PDIP Provinsi Bangka Belitung Rustam Effendi, calon gubernur Bangka Belitung yang juga petahana, Sekretaris Umum Pengurus Pusat Bamusi Nasyirul Falah Amru.
 

 
"Salah satu dari rel kereta api itu patah maka akan berisiko jatuhnya kereta api dari atasnya. Resikonya bukan hanya penumpang kereta api itu tidak akan sampai tujuan tetapi penumpang-penumpang kereta api tersebut akan celaka," ucap Basarah.
 
"Sejarah pembentukan Indonesia sebagai sebuah negara bangsa tidak dapat dipisahkan dari gerakan kaum Islam dan kaum kebangsaan, baik pada konteks gerakan pemikiran maupun gerakan politik," tambahnya.
 
Basarah yang juga Sekretaris Dewan Penasihat Bamusi menerangkan pergerakan kaum kebangsaan yang dimulai dengan berdirinya Perkumpulan Boedi Oetomo tahun 1908 yang diikuti dengan berdirinya perkumpulan-perkumpulan atau organisasi-organisasi gerakan lainnya seperti perkumpulan Muhammadiyah (1912), Nahdlatul Ulama (1926) dan Partai Nasional Indonesia/PNI (1927).
 
Dimensi pergerakan kaum Islam dan kaum Kebangsaan tersebut kemudian terinternalisasi dalam gerakan pemikiran dan gerakan politik Soekarno.
 
Basarah melanjutkan, konstruksi pemikiran politik awal yang menggembleng Soekarno adalah HOS Tjokroaminoto dan KH Ahmad Dahlan saat ia berusia remaja di Surabaya. Kemudian konstruksi pemikiran sosialisme dan kebangsaan ia dapatkan saat belajar di ITB Bandung.
 
"Dua dimensi pemikiran Islam dan kebangsaan itulah yang akhirnya oleh Soekarno dikonseptualisasikan menjadi Pancasila yang sekarang menjadi konsensus dasar bangsa Indonesia sebagai ideologi negara," ucap Basarah.
 
Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan kehadiran Bamusi termasuk di wilayah Bangka Belitung dalam rangka memperbaiki wajah partai politik.
 
"Diharapkan Bamusi mampu mengimplementasikan Islam Nusantara yang berkemajuan untuk Indonesia Raya," kata Hasto. Hasto pun meminta para pengurus yang baru dilantik untuk bisa ikut memperkenalkan wajah PDIP dari sisi lain.
 
"Politik itu seyogyanya tidak bisa dipisahkan dari sisi keagamaan," tandas Hasto. [ysa]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya