Berita

Dahlan Iskan/Net

Hukum

Fahri Hamzah: Pak Dahlan Enggak Boleh Diam

JUMAT, 28 OKTOBER 2016 | 20:29 WIB | LAPORAN:

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah siap menjaminkan dirinya agar Kejaksaan Tinggi Jawa Timur tidak menahan mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan. Dahlan dirasanya bukanlah orang yang berbahaya dan tidak berpotensi melarikan diri.

"Nah ini yang begini ini membuat hukum kelihatan tawar," sesal dia di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (28/10).

Fahri menyatakan hukum di Indonesia kelihatan "tawar" karena dia melihat Kejaksaan Tinggi Jawa Timur belum mengantongi hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ataupun Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tapi sudah menetapkan tersangka dan melakukan penahanan terhadap Dahlan Iskan.


Sementara di kasus lain, seperti kasus pembelian lahan untuk pembangunan RS Sumber Waras, dimana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah mengantongi audit BPK malah tidak diproses.

"Maka cocok kata Pak Dahlan, dia diincar oleh penguasa karena penguasa sedang melindungi satu kelompok, lalu supaya nampak bekerja, dia menghajar kelompok lain. Inilah jahatnya hukum kalau sudah mulai pandang bulu, bencanalah bangsa ini ke depan," lanjutnya.

"Ini sudah jelas ada intervensi kok, santai saja, terbuka saja ada apa sih, kok bisa kasus yang sudah belasan tahun umurnya baru dibuka."

Oleh karena itu, Fahri mengimbau Dahlan untuk melawan. Fahri juga berjanji akan mengkomparasikan kasus Dahlan Iskan dengan kasus Sumber Waras.

"Sebagai teman, Pak Dahlan juga enggak boleh diam, masa Mirna (kasus kematian Wayan Mirna Salihin) bisa berbulan-bulan sidangnya. Pak Dahlan buka, ada apa. Nanti kita komparasi sikapnya pada Sumber Waras, kenapa Sumber Waras dilindungi, kenapa Jawa Timur nggak, ini semua main kok, buka saja, bikin perbandingan," demikian Fahri. [sam]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya