Berita

Ketua Umum PWI Pusat Margiono/Net

Hukum

3 TV-nya Polisi Bisa Saingi ILC

JUMAT, 28 OKTOBER 2016 | 08:43 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Tiga TV swasta yang akan menyiarkan sepak terjang polisi diluncurkan, kemarin. TV dalam bentuk digital itu sepenuhnya akan dikelola swasta, tapi Polri akan memberikan dukungan penuh mulai dari konten berita bahkan, sampai urusan mencari pengiklannya.

Tiga TV swasta itu bernama Tribrata TV, Bhayangkara TV dan TV Polri. Peluncuran 3 TV swasta itu dilakukan di sela-sela acara Workshop Kehumasan Polri tahun 2016 bertema "Memantapkan Manajemen Media Guna Mewujudkan Polri Promoter" di Mabes Polri, Jakarta, kemarin. Hadir Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan para petinggi Polri. Ikut mendampingi Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafly Amar beserta para kepala Humas Polda seluruh Indonesia.

Ketua Umum PWI Pusat Margiono yang juga hadir dalam acara itu menilai, kehadiran 3 TV swasta itu akan sangat fenomenal. Soalnya, informasi-informasi yang akan disiarkan langsung bersumber dari Polri yang memegang sendiri kasus-kasus aktual. "Ini bisa saingi ILC," kata Margiono menyampaikan terkait peluncuran 3 TV swasta itu langsung ke Kapolri. ILC yang dimaksud Margiono adalah Indonesia Lawyers Club yang dipandu wartawan senior Karni Ilyas di TVone.


Kapolri mengaku bangga dan sangat mengapresiasi kehadiran 3 TV baru itu. "Meskipun secara manajemen 3 TV itu akan dikelola swasta, tapi Polri akan memberikan support penuh, termasuk mendorong sumber-sumber tertentu untuk pasang iklan," kata Tito.

Tito berharap kehadiran 3 TV ini menjadi salah satu upaya mewujudkan perubahan paradigma Humas Polri. Optimalisasi peran Polri yang digaungkan lewat slogan Promoter (profesional, modern dan terpercaya) juga, pada akhirnya bisa benar-benar dirasakan masyarakat. "Mungkin tahun-tahun sebelumnya humas hanya dipakai sebagai fungsi tambahan, tetapi di era teknologi gelombang ketiga, humas sudah menjadi fungsi utama. Fungsi humas perlu dibesarkan," katanya.

Secara tegas Tito menekankan, kecenderungan fungsi dan peran humas selaku jubir yang sifatnya pasif sepatutnya ditanggalkan. Sebab, bila itu dibiarkan Polri akan terus-menerus didikte media. Tito menginginkan Divisi Humas Polri mampu menjadi master yang merekayasa, bersikap proaktif mencari bahan positif negatif di masyarakat dan mengelola sentimen negatif menjadi netral atau isu positif.

Dengan begitu, kepolisian idealnya tidak boleh melupakan untuk bekerjasama dengan media. Terlebih, menurutnya, fakta menyebutkan bahwa keberhasilan media membangun kepercayaan publik mencapai 60 persen. Angka signifikan itu dianggap melebihi indeks pencapaian kultur dan kinerja Polri yang masing-masing hanya mencapai angka 20 persen.

Yang pasti, target dari kerjasama itu semata-mata kembali bertujuan memulihkan citra polisi di masyarakat. Lebih jauh, bekas Kapolda Metro Jaya itu memandang, momentum menjalin kesepahaman yang diteken bersama tiga stasiun televisi digital yang berafiliasi ke Polri ke depannya mampu membentuk polisi berkelas internasional. "Pertama kalinya kita punya televisi, langsung tiga televisi yang berafiliasi ke Polri," ucapnya.

Lewat kerjasama ini, harap dia lagi, kepercayaan publik kepada Polri terbangun secara positif. Dia bilang, publik itu dinamis dan cair serta sangat dipengaruhi sekali oleh media. "Peran media itu penting," pungkasnya.

Sementara, dalam sambutan pembukaan acara workshop ini, Kadivhumas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, pelaksanaan workshop humas berkaitan dengan upaya menyampaikan arah kebijakan pimpinan Polri tahun 2016, meningkatkan kemampuan tenaga pelaksana Kehumasan meliputi pengetahuan, keahlian, keterampilan dan peran kerja, sehingga lebih mampu melaksanakan pekerjaan dan mendukung pencapaian organisasi. Pada gelaran acara itu, Kadivhumas Polri dan Kapolri pun menyampaikan apresiasi berbentuk piagam penghargaan kepada sejumlah kepala bidang humas Polda yang dinilai berprestasi. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya