Berita

Politik

Prof. Din: Wajar Umat Islam Protes Dan Unjuk Rasa

JUMAT, 28 OKTOBER 2016 | 05:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketua Dewan Pertimbangan MUI Prof. Din Syamsuddin kembali menyampaikan sikapnya terkait kasus penistaan agama yang diduga dilakukan Basuki T. Purnama (Ahok) dalam sebuah pertemuan di Kepulauan Seribu akhir September lalu.

Dia menegaskan apa yang diucapkan Ahok saat masih menjadi Gubernur DKI Jakarta aktif dalam pertemuan tersebut tidak dapat dipungkiri adalah penistaan agama, dalam hal ini Kitab Suci Al Qur'an.

Menurutnya, Ahok memberikan penilaian (judgment) terhadap pemahaman pihak lain dan dengan menggunakan kalimat pejoratif (dibodohi).


"Maka tidak perlu ada yang membela-bela bahwa ayat itu (QS Al Maidah 51) memiliki multi-tafsir," tegas Din dalam pesan singkat kepada Kantor Berita Politik RMOL pagi ini.

Guru Besar UIN Jakarta yang pernah menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah dan MUI Pusat ini menegaskan pernyataan Ahok tersebut adalah bentuk kekerasan verbal (verbal violence).

Tapi karena Ahok sudah meminta maaf, dia menambahkan, maka perlu dimaafkan dengan syarat tidak mengulangi lagi. Din mengingatkan umat Islam tidak perlu membalas dengan kekerasan.

Namun, proses hukum harus tetap jalan.

"Karena itu perbuatan penistaan dan merupakan pelanggaran hukum yang berlaku, maka kita dorong dan serahkan kepada penegak hukum (Polri) untuk memproses dalam rangka penegakan keadilan dan kebenaran di negara yang berdasarkan hukum," ungkap Din.

Terkait unjuk rasa yang digelar umat Islam sebagai desakan penuntasan kasus tersebut, menurutnya adalah hal yang wajar dan absah di alam demokrasi selama tidak mengambil bentuk kekerasan atau anarkisme.

"Diimbau kepada umat Islam agar waspada dari upaya provokasi atau jebakan kepada anarkisme," tandasnya.

Sementara terkait sebuah tulisan dengan judul "Nasihat Pak Din Syamsuddin untuk Kita" yang beredar belakangan ini, bukan berasal dari dia. Tulisan tanpa nama penulis tersebut memuat pernyataan Din yang disebutkan disampaikan dalam sebuah pertemuan di rumahnya.

"Itu bukan dari saya," tegasnya. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya