Berita

Politik

Agus Yudhoyono: Pemuda Bukan Berarti Ingusan!

JUMAT, 28 OKTOBER 2016 | 04:45 WIB | LAPORAN:

Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengajak para pemuda Indonesia untuk berani aksi dan berbuat hal konstruktif bagi bangsa dan tidak keluar dari jati diri bangsa Indonesia. Hal itu harus dilakukan bersama-sama, seperti yang dilakukan pemuda Indonesia pada saat Sumpah Pemuda 1928.

"Together We Are Strong. Tentu dengan wejangan dan nasehat dari para senior," kata Agus dalam acara peringatan Hari Sumpah Pemuda yang digelar DPP Partai Demokrat di Wisma Proklamasi, Jakarta, Kamis, (27/10).

Ia menegaskan, pemuda bukan berarti tidak bisa berbuat apa-apa atau masih ingusan. Menurutnya, muda itu berarti semangat.


Karena itu  senantiasa akan terus belajar sebagai pemuda, dan meminta restu dan nasihat dari para senior, terutama dalam langkahnya dalam Pilgub DKI Jakarta.

"Saya mohon doa restu semoga jalan yang berat dan penuh tantangan ini bisa saya jalankan sebaik-baiknya," kata Agus.

Sebagai pemuda, ia memandang Jakarta merupakan pusat kekuatan bangsa Indonesia. Ancaman sedikitpun terhadap Jakarta akan mengganggu daerah Indonesia secara keseluruhan. Maka, penting bagi pemuda untuk menjaga kesatuan dan persatuan. Jakarta, di mata Agus, harus menjadi contoh yang baik bagi seluruh pemuda di Indonesia.

Tahun 2045, Indonesia diharapkan akan memasuki masa keemasan. Dan hal itu adalah tanggung jawab pemuda masa kini.

"Tentu dengan berterima kasih kepada senior yang telah meletakkan pondasi yang begitu fundamental untuk membangun bangsa ini," kata Agus lagi.

Penegasan Agus ini seakan menjawab cibiran peneliti LIPI Ikrar Nusa Bhakti. Sebelumnya, dia menilai level putra sulung SBY itu di politik maupun kemiliteran masih minim. Apalagi, selama ini gubernur DKI yang berlatar militer selalu berpangkat letnan jenderal. Misalnya, Ali Sadikin, Tjokropranolo, hingga Sutiyoso.

Sedangkan Agus Yudhoyono baru berpangkat mayor. Ikrar pun menyebut Agus masih ingusan untuk bersaing di pilkada ibu kota negara. "Buat saya ngaco aja sih. Dia mau jadi panutan. Panutan apa anak masih ingusan gitu?” ujar Ikrar sekitar sebulan lalu. [zul]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya