Berita

Jaka Juliadi/Net

Kesehatan

Pimpinan Komisi IX DPR Minta Pemerintah Segera Tangani Tumor Jaka

JUMAT, 28 OKTOBER 2016 | 02:31 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, telah membaca surat terbuka Jaka Juliadi (10), pasien penderita tumor pembuluh darah, untuk Menteri Kesehatan, Nila Djuwita Anfasa Moeloek.

Pimpinan Komisi DPR yang membidangi masalah kesehatan ini ikut prihatin dan sedih atas penyakit yang diderita bocah asal Suliki, Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat, yang saat ini terbaring lemah di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.  

"Berita ini langsung saya forward-kan ke pejabat di Kemenkes dan BPJS Kesehatan," ujar Saleh dalam keterangannya Kamis malam (27/10). [Klik: Surat Terbuka untuk Menteri Kesehatan dari Seorang Piatu Penderita Tumor Pembuluh Darah]


Legislator dari dapil Sumatera Utara II ini berharap Jaka segera ditangani oleh dokter ahli. Kedua, Jaka segera diberi kesembuhan dan bisa kembali melanjutkan pendidikannya.

"Saya juga akan meminta dengan hormat agar Jaka segera ditangani. Saya yakin, mereka (pejabat Kemenkes dan BPJS kesehatan) belum tahu tentang berita ini," sambung Saleh.

Menurutnya, apa yang dialami Jaka ini menunjukkan pelayanan jaminan kesehatan nasional masih jauh dari memuaskan. Apalagi, pengaduan-pengaduan sejenis ini masih sering diterima Wakil Rakyat. Karena itu dia menegaskan, harus betul-betul menjadi perhatian pemerintah. Sebab, dua program utama pemerintah dalam bidang sosial yaitu pendidikan dan kesehatan harus dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

"Anggaran untuk kesehatan ini tidak sedikit. Kemarin, DPR dan pemerintah sudah menyepakati alokasi anggaran untuk kesehatan sebesar 104 Triliun. Nilai ini sama dengan 5 persen dari total APBN 2017 yang mencapai 2080,5 Triliun. Dengan anggaran sebesar itu, semestinya fasilitas dan pelayanan kesehatan kita sudah bagus," katanya mengingatkan.

Selain Kementerian Kesehatan, BPJS Kesehatan juga diminta semakin memperbaiki kualitas pelayanan. Jangan sampai ada kesan, politikus Partai Amanat Nasional berujar, pasien pemegang kartu BPJS diposisikan sebagai anak tiri. Keadaan seperti ini bisa merugikan BPJS sendiri. Sebab, secara tidak langsung bisa menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat pada BPJS.

"Kalau masyarakat tidak percaya, bagaimana kita mengajak mereka untuk menjadi peserta mandiri? Sejauh ini, secara faktual, masyarakat masih lebih percaya pada asuransi kesehatan yang dikelola oleh pihak swasta. Karena itu, perbaikan kualitas pelayanan BPJS adalah suatu keharusan," tandas Saleh.

Saleh menambahkan, Dirjen Pelayanan Kesehatan Bambang Wibowo sudah berjanji akan menindaklanjuti penanganan atas Jaka.

"Tks (terima kasih) Pak. Akan kami tindak lanjuti," tulis Bambang dalam pesan singkatnya kepada Saleh. [zul]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya