Berita

Pedri Kasman (kedua dari kiri)

Hukum

Aktivis Muhammadiyah Akan Terus Kawal Penanganan Kasus Ahok

SELASA, 25 OKTOBER 2016 | 03:51 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama semestinya sudah diperiksa Kepolisian sejak awal terkait kasus penistaan agama.

Mengingat Ahok sudah dilaporkan pada 7 Oktober 2016 lalu, salah satunya oleh aktivis dari Angkatan Muda Muhammadiyah.

Meski terlambat, pemeriksaan Ahok untuk pertama kalinya oleh Bareskrim pada Senin pagi kemarin (24/10) tetap diapresiasi.


"Kami akan terus mengawal perjalanan kasus ini," tegas salah seorang pelapor, Pedri Kasman, dalam keterangan persnya (Selasa, 25/10).

Dia mengingatkan Polri benar-benar harus independen dan tidak takut akan intervensi dari pihak manapun. Polri juga tidak boleh menjadikan Pilkada DKI Jakarta sebagai alasan menunda penanganan kasus tersebut.

"Karena ini kasus hukum murni. Kasus hukum ini justru harus dilepaskan dari urusan politik. Prinsip netralitas dan idependensi hukum harus dikedepankan. Due proces of law, menjalani proses hukum yang sesuai dengan KUHAP dan aturan yang berlaku," ujar Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah ini.

Menurutnya sangat penting proses hukum tersebut transparan. Hal ini untuk menjaga menjaga stabilitas dan kondusifitas mengingat masyarakat sudah sangat resah akibat pernyataan seorang Ahok.

"Polri jangan menunggu masyarakat bertindak terlalu jauh. Karena sudah terang benderang buktinya melalui video yang telah beredar luas itu, Ahok jelas-jelas diduga melakukan tindak pidana penghinaan terhadap Islam, Al Qur’an dan para ulama," imbuhnya.

Ahok, dia menambahkan, boleh saja mengakui tak bermaksud melakukan penistaan. Tapi proses hukum yang akan menguji klaimnya tersebut benar atau tidak.

"Proses hukumlah yang akan membuktikan semua, apakah Ahok nanti bersalah atau tidak. Bukan Ahok sendiri yang mengatakan dirinya tidak bersalah menghina Islam," tandasnya.[zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya