Berita

annaba-center.com

Hukum

Aksi Protes Umat Islam, Ustad Nababan: Ini Sudah Masuk Ranah Jihad

SENIN, 24 OKTOBER 2016 | 04:18 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Semua umat Islam pasti tersinggung dengan pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama dalam sebuah pertemuan di Kepulauan Seribu. Hanya orang munafik yang menilai pernyataan Ahok 'dibohongin pakai surat Al Maidah 51' adalah hal yang biasa.

"Saya pikir hanya orang munafik saja yang tidak tersinggung ketika agamanya dilecehkan," ungkap Penceramah, Ustad Syamsul Arifin Nababan, kepada Kantor Berita Politik RMOL kemarin.

Dia menegaskan sebelum 27 September 2016, waktu pertemuan di Kepulauan Seribu tersebut, Ahok sudah selalu melecehkan umat Islam, bahkan sampai pada tingkat kebijakan. Misalnya pelarangan tabligh akbar di kawasan Monas.


Karena itu, meski sudah menyatakan minta maaf, proses hukum harus terus berlanjut. "Memang sudah sepantasnya diberikan sanksi hukum. Kita masih percaya pada hukum. Karena negara ini, negara hukum," tegasnya.

Namun, Pimpinan Pesantren Muallaf, Annaba Center ini mengingatkan, kalau sampai pihak Kepolisian tidak mengusut tuntas kasus tersebut, gelombang protes dari umat Islam akan semakin besar. Jangan salahkan kalau kemudian hari umat Islam main hakim sendiri kalau Polri masih bermain-main.

"Menurut sebagian aktivis dakwah, ini sudah masuk ranah jihad," ungkap pemilik nama Bernard Nababan ini sebelum masuk Islam.

Apalagi, kata dia menambahkan, sudah terlalu sering umat Islam mengalami diskriminasi. Yang paling kentara, adalah penanganan kasus pembakaran masjid di Tolikara Papua saat umat Islam hendak melaksanakan shalat Idul Fitri dan pembakaran gereja di Aceh Singkil.

"Di Aceh Singkil (pelaku) ditembak di tempat, beberapa tewas, yang hidup dipenjarakan. Tapi kasus Tolikara, eh (pelakunya) malah diajak makan ke Istana. Ini diskriminasi yang luar biasa dari Pemerintah," kesalnya.

Karena itu pula dia melihat ada upaya untuk melindungi Ahok. Karena penanganan kasusnya tak jelas. Bahkan yang terbaru dari pemberitaan media, kata dia, Bareskrim mengaku butuh izin Presiden untuk memeriksa Ahok.

"Ada upaya untuk melindungi Ahok ini. Tapi kita lihat saja, kalau sampai Jumat depan tak ada (tindakan konkret dari aparat), akan ada people power yang lebih besar lagi. Bukan hanya di Jakarta, tapi se-Indonesia," tandasnya. [zul]

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

UPDATE

Airlangga: Negosiasi Tarif AS Terkait Board of Peace Gaza

Sabtu, 14 Februari 2026 | 21:47

Pengedar 15,5 Kg Ganja Diciduk di Parkiran Stasiun Tanah Abang

Sabtu, 14 Februari 2026 | 21:16

Dokumen Epstein Seret Nama Ahmed bin Sulayem, DP World Tunjuk Bos Baru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 20:27

Tetap Jalan, Menko Pangan Jelaskan Skema MBG di Bulan Ramadan

Sabtu, 14 Februari 2026 | 19:52

Film Heartbreak Winter x Mordenbeu: Dari Cinta yang Retak Menuju Versi Terbaik Dirimu

Sabtu, 14 Februari 2026 | 18:53

BNI Siagakan Layanan Terbatas Saat Libur Imlek

Sabtu, 14 Februari 2026 | 18:49

PANFEST 2026 Ajang Konsolidasi Kuatkan Ekonomi Rakyat

Sabtu, 14 Februari 2026 | 18:17

Diluruskan, Ini Alasan Polisi Tidak Tahan Bahar bin Smith

Sabtu, 14 Februari 2026 | 17:43

PANFEST 2026 Hadirkan 12.000 Sajian Pangan Nusantara di Hutan Kota GBK

Sabtu, 14 Februari 2026 | 17:08

Roy Suryo Cs Minta Cabut Status Tersangka, Ini Kata Polda Metro

Sabtu, 14 Februari 2026 | 16:37

Selengkapnya