Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Di Mana Bumi Dipijak, Di Situ Langit Dijunjung

SABTU, 22 OKTOBER 2016 | 07:14 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

Rakyat Merdeka Online (RMOL.co) Selasa, 11 Oktober 2016, 10:16:00 WIB memberitakan dengan judul "Pemerintah China Lindungi Bangsa China yang Terancam Di Luar Negeri". Pemerintah China akan melindungi semua orang bangsa China di seluruh dunia di negara manapun berada bila terjadi ancaman atau suatu kejahatan rasial yang menimpa mereka. Bahkan, pemerintahan China juga akan mempersiapkan seluruh perlindungan untuk masyarakat China yang tertindas. Perlindungan tersebut bisa dalam bentuk tekanan diplomatik, hukuman ekonomi, atau aksi militer terbatas untuk memberi keamanan dan efek evakuasi.

Demikian sebagian isi dari rencana amandeman UU baru China di bawah pemerintahan Xi Jin Ping. Rencana ini termuat dalam situs pemerintahan kota Shanghai untuk urusan luar negeri China. Dalam situs tersebut disebutkan bahwa terjemahan dari situs ini tidak resmi namun bisa diambil sebagai referensi.

Disebutkan pula dalam aturan tersebut bahwa pemerintah China siap menyambut warga bangsanya yang mau pulang kembali sebagai warga penduduk penuh dengan jaminan keistimewaan konstitusi khusus.


Dalam Pasal 50 dan 89 (12) Konstitusi Republik Rakyat China, tertuang Hukum Memulangkan seluruh etnis China, termasuk yang beremigrasi sebelum proklamasi Kemerdekaan Republik China.

Hukum ini juga untuk melindungi seluruh keturunan China yang lahir di negara lain dan memegang kebangsaan lain dan yang belum pernah menginjak kaki di China sebelumnya.

Apabila berita tersebut ternyata hoax maka kita abaikan saja. Namun apabila berita tersebut benar adanya maka melalui naskah yang juga dimuat RMOL ini saya sebagai warga negara Indonesia yang dilahirkan di Indonesia namun secara biologis tergolong keturunan China mengucapkan terima kasih kepada pemerintah China yang siap melindungi semua insan keturunan China (termasuk saya) di negara manapun berarti termasuk negara Indonesia bila terjadi suatu kejahatan rasial yang menimpa mereka.

Memberikan perlindungan jelas merupakan perbuatan baik. Namun saya percaya bahwa dalam melindungi para insan keturunan China di mancanegara, pasti pemerintah China sebagai negara berdaulat dan memiliki peradaban tinggi tidak akan melanggar kedaulatan negara lain termasuk negara Indonesia. Pemerintah Indonesia juga selalu melindungi warga Indonesia yang berada di luar negeri, namun pemerintah Indonesia tidak berhak melanggar kedaulatan negara lain.

Memang sebagai warga Indonesia keturunan China, saya beberapa kali mengalami prahara huruhara rasialis anti keturunan China di Indonesia. Namun setiap kali terjadi huruhara, terbukti bahwa saya dan keluarga saya ditolong bahkan diselamatkan oleh warga Indonesia bukan keturunan China yang kerap disebut sebagai pribumi.

Pada dasarnya, berkat berpaham Bhinneka Tunggal Ika, bangsa Indonesia adalah bangsa yang ramah, toleran dan tidak rasis.

Namun, bukan hanya di Indonesia, memang selalu ada insan-insan yang tidak ramah, tidak toleran dan rasis. Di Jerman, Inggris, Amerika, Australia, Jepang dan China saya juga menemui insan-insan yang tidak ramah, tidak toleran dan rasis.

Maka apabila kembali terjadi ancaman kejahatan rasial terhadap warga negara Indonesia keturunan China - termasuk saya dan keluarga saya - saya percaya bahwa pemerintah China tidak akan melanggar kedaulatan negara dan bangsa Indonesia. Memang saya keturunan China namun saya bukan warga negara China. Saya adalah warga negara Indonesia yang cinta Indonesia dengan sepenuh jiwa raga saya. Dalam bersikap dan berperilaku sebagai warga bangsa Indonesia, saya selalu berikhtiar mengejawantahkan peribahasa di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung.

Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat siap mandiri menghadapi masalah yang timbul di dalam negeri Indonesia untuk diselesaikan oleh bangsa Indonesia untuk bangsa Indonesia sendiri. Merdeka! [***]

Penulis adalah warga negara Indonesia

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Purbaya Siapkan Sanksi bagi Importir Buntut Kontainer Menumpuk

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:21

Kebakaran Rumah di Palmerah, 17 Unit dan 85 Personel Damkar Dikerahkan

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:05

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Widiyanti Putri Wardhana dan Nusron Wahid Layak Direshuffle

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:38

Kompetisi Ketapel Antar ASN

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:19

Buzzer Jokowi Jangan Dulu Pesta, P21 Bukan Vonis Pengadilan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:00

Investor Asing Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Dana Proyek Marina Bay City ke Polda Bali

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:48

Kritik Rocky Gerung, Gumarang: Menteri Keuangan Bukan Sekadar Kasir

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:27

State-Driven Economy untuk Hentikan Ketimpangan dan Ketergantungan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:57

Puluhan Miliar Dana Investasi Dipersoalkan, Siapa Bertanggung Jawab di Marina Bay City?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:33

Selengkapnya