Berita

Politik

Saiful Mujani: Apa Yang Harus Dibantah Om?

JUMAT, 21 OKTOBER 2016 | 07:51 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Saiful Mujani merasa tak ada yang salah atau aneh terhadap temuan lembaga surveinya, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), tentang elektabilitas para calon peserta Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017.

Karena itu dia mempertanyakan apa yang harus dibantah dari tudingan sejumlah kalangan terkait hasil survei yang dirilis kemarin tersebut.

"Apa yg harus dibantah om? Pelajaran berhitung sekolah dasar kali," kicau @saiful_mujani menjawab pertanyaan seorang netizen dengan emoticon senyum.


Berdasarkan hasil survei yang dirilis kemarin tersebut, bila pemilihan dilakukan saat ini pasangan Basuki T. Purnama-Djarot Saiful Hidayat akan keluar sebagai pemenang. Pasangan petahana tersebut dipilih 45,4% warga Jakarta.

Sementara posisi kedua ditempati Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni. Jagoan Partai Demokrat, PPP, PKB dan PAN meraup dukungan 22,4%. Sedangkan pasangan yang diusung Partai Gerindra dan PKS Anies R. Baswedan-Sandiaga S. Uno berada di posisi buncit dengan dukungan 20,7%.  

Sebanyak 11,6% warga menyatakan tidak tahu/rahasia.

Nah, yang menjadi sorotan adalah total nilai persentase dari data elektabilitas tersebut mestinya 100 persen. Namun ternyata lebih, yaitu 100,1 %.

"Lembaga survei adlh lembaga yang bisa dipertanggung jawabkan secara akademis,tapi klo kelebihan hitungannya akademisnya patut dipertanyakan," kicau Haji Lulung lewat akun Twitter @halus24.

Sebelumnya, pollster Denny JA juga sudah menyampaikan kejanggalan hasil survei tersebut. Pendiri Lingkaran Survei Indonesia malah mungkin yang pertama kali mengungkap keanehan tersebut.

"Keanehan pertama Survei SMRC (Saiful Mujani), jumlahnya total semuanya lebih dari 100 persen," cuit @DennyJA_WORLD dengan menambahkan emoticon tertawa.[zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya