Berita

Jaya Suprana/RMOL Jakarta

Jaya Suprana

Tanggapan Dari Singapura Terhadap Penggusuran Bukit Duri

KAMIS, 20 OKTOBER 2016 | 10:29 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

TERNYATA fabel nyata KESAKSIAN LIBI mahakarya Sandyawan Sumardi tentang Penggusuran Bukit Duri memperoleh perhatian bukan hanya dari masyarakat dalam negeri namun juga luar negeri Indonesia.

Tidak kurang dari Prof. DR.  Rita Padawangi, mahaguru sosial-politik di National University of Singapore, menyatakan bahwa kisah Kesaksian Libi ditanggapi serius oleh beberapa mahasiswanya. Bahkan Prof. Rita dalam perjalanannya ke Los Angeles untuk memberi kuliah umum di salah satu universitas terkemuka setempat , sempat meminta ijin untuk menggunakan kisah Kesaksian Libi untuk matakuliah sosiologi politik. Prof. Rita juga sempat membagi satu di antara sekian banyak tanggapan dari mahasiswa National University of Singapore sebagai berikut :

Dear Prof Rita, Thank you for the update on Bukit Duri. It is indeed very sad, and sobering - given that we were there not too long ago. In some ways, I think living in Singapore has desensitized me from the sheer violence of such destructions. Growing up and seeing places important to me destroyed, or rationalized by the brute force of the state, was disorienting and painful. I can only imagine it must be much tougher for those in Bukit Duri whose livelihood depends very much on the place itself. I think the tears and cries from the photos speak to that. And I find it quite interesting that for most of us - the cosmopolitan kinds - there isn't really a place that we really depend on, that we will really cry for when it is destroyed.



Meski tentu mustahil sempurna mengungkapkan maknanya namun saya berusaha mengalih-bahasakan tanggapan mahasiswa NUS tersebut ke bahasa Indonesia, kira-kira sebagai berikut : Prof. Rita yang terhormat, terima kasih atas kisah tentang Bukit Duri. Tentu saja kami sangat sedih dan terharu apalagi kami pernah ke Bukit Duri belum lama berselang. Tampaknya, hidup di Singapura membuat kami merasa kebal percaya bahwa ternyata ada kekerasan yang sedemikian bengis. Tumbuh-kembang dan menyaksikan tempat-tempat yang bermakna khusus bagi diri kami dihancur-leburkan atau dirasionalisasikan oleh kebengisan kekuasaan negara benar-benar sangat menggalaukan dan menyakitkan sanubari. Kami hanya dapat membayangkan bahwa tentu saja lebih parah lagi derita mereka yang kehidupannya tergantung pada Bukit Duri. Foto-foto tragedi Bukit Duri melukiskan air mata dan jeritan warga. Dan dari Bukit Duri , kami --- sebagai warga kosmopolitan â€" memetik pelajaran bahwa pada hakikatnya kami tidak memiliki tempat di mana kami sepenuhnya menggantungkan kehidupan diri kami sehingga kami akan menangis apabila tempat kami dihancur-leburkan.  

Tanggapan mahasiswa perguruan tinggi paling terkemuka di Singapura itu perlu disimak dan dihayati oleh para warga dan pemerintah DKI Jakarta yang memuja Singapura sebagai model pembangunan kota Jakarta sehingga mengelu-elukan  penggusuran warga Bukit Duri sebagai prestasi gemilang pemerintah provinsi DKI Jakarta dalam gigih maju-tak-gentar (termasuk dengan cara melanggar hukum) membangun kota Jakarta agar menjadi tertib, bersih, sehat, aman, sejahtera seperti kota Singapura.[***]


Penulis adalah sahabat warga Bukit Duri


Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Purbaya Siapkan Sanksi bagi Importir Buntut Kontainer Menumpuk

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:21

Kebakaran Rumah di Palmerah, 17 Unit dan 85 Personel Damkar Dikerahkan

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:05

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Widiyanti Putri Wardhana dan Nusron Wahid Layak Direshuffle

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:38

Kompetisi Ketapel Antar ASN

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:19

Buzzer Jokowi Jangan Dulu Pesta, P21 Bukan Vonis Pengadilan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:00

Investor Asing Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Dana Proyek Marina Bay City ke Polda Bali

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:48

Kritik Rocky Gerung, Gumarang: Menteri Keuangan Bukan Sekadar Kasir

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:27

State-Driven Economy untuk Hentikan Ketimpangan dan Ketergantungan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:57

Puluhan Miliar Dana Investasi Dipersoalkan, Siapa Bertanggung Jawab di Marina Bay City?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:33

Selengkapnya