Berita

Politik

GMNI: Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-JK Belum Wujudkan Trisakti

KAMIS, 20 OKTOBER 2016 | 04:21 WIB | LAPORAN:

. Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menilai pemerintahan Jokowi-JK belum mewujudkan cita-cita Trisakti sebagaimana tertuang dalam janji kampanye Nawacita

"Nawacita yang berlandaskan Trisakti merupakan harapan besar rakyat Indonesia, tapi faktanya  sampai 2 tahun berjalannya pemerintahan belum tercapai maksimal," kata Ketua Presidium GMNI, Chrisman Damanik dalam pernyataan sikap GMNI di Jakarta, Rabu (17/10).

Menurut Chrisman,  kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintahan Jokowi-JK  masih lebih banyak menguntungkan pasar daripada berorientasi pada kepentingan rakyat. Kebijakan pemerintah Jokowi-JK lebih banyak berorientasi pasar, banyak paket kebijakan pemerintah Jokowi-JK menderegulasi kebijakan mendorong investor untuk investasi.


"Terlebih, pada  kenaikan upah minimum setiap tahun yang dihitung berdasarkan  angka inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional yang akan dituangkan dalam PP tentang Pengupahan. Artinya pemerintah telah mengurangi campur tangannya dan menyerahkan proses pengupahan pekerja pada pasar," kata Ketua Presidium masa bhakti 2015-2017 itu.

Dari segi ekonomi, Presidium GMNI menilai masih terlihat ketergantungan yang tinggi dari negara  terhadap utang luar negeri dalam pembiayaan APBN. Padahal, mesti ada sikap yang berani untuk berdikari. Dalam 2 tahun Pemerintahan Jokowi-JK sudah melakukan siasat tax amnesty  menambah penerimaan negara. Keberadaaan tax amnesty disisi lain dilakukan dengan mengistimewakan para konglomerat dari berbagai kasus korupsi.

Kebijakan ekonomi yang dilakukan Jokowi-JK belum memunculkan keadilan sosial terlihat dari indeks penguasaan tanah di Indonesia mendekati angka 0,58. Artinya, sekitar 1 persen penduduk yang menguasai 59 persen sumber daya agraria, tanah dan ruang," imbuhnya.

Selain itu, Presidium GMNI menilai Isu pemerataan dan membangun Indonesia dari pinggiran yang merupakan salah satu janji Nawacita, telah dikaburkan obsesi membangun megaproyek infrastruktur.

"Prioritas Pembangunan hari ini hanya di titik beratkan pembangunan fisik, padahal diperlukan nation and character building. Revolusi mental  merupakan penjabaran kampanye Nawacita Jokowi-JK tentang nation and character building,  tetapi hal tersebut belum menjadi prioritas 2 tahun pemerintahan dimana  belum ada realisasi yang kongkrit untuk itu," terangnya.

Dari hal-hal disampaikan di atas, GMNI mengimbau pemerintahan Jokowi-JK tetap melaksanakan NAWACITA  bernafaskan TRISAKTI sebagai janji yang harus ditepati. "Jangan hanya menjadikan jargon-jargon politik tanpa realisasi," pungkasnya. [ysa]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya