Berita

Jusuf Kalla/Net

Politik

Dua Tahun Pemerintahan Berjalan, JK Cuma Jadi Ban Serep

KAMIS, 20 OKTOBER 2016 | 01:53 WIB | LAPORAN:

. Meski sudah dua tahun bersama memimpin Indonesia, chemistry Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) seakan tidak pernah mencapai titik temu.

Politisi Partai Gerindra, Sodik Mujahid melihat gejala tersebut. Bukannya tanpa dasar, hal itu ia ungkapkan karena dirinya menilai peran JK semasa menjadi Wapresnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan peran JK semasa berdampingan dengan Jokowi sangat jauh berbeda.

Dimana bersama SBY, JK tidak kalah berperannya dengan SBY dalam menjalankan roda pemerintahan. Hal itu berbanding terbalik dengan saat ini. Dimana posisi JK bahkan tampak kalah dengan pejabat negara lainnya.


"Posisi JK sebagai Wakil Presiden dalam banyak kasus kalah oleh person dan pejabat lainnya seperti Kepala Staf Kepresidenan dan atau Menkopolhukkam saat ini," ungkap Sodik ketika dihubungi, Rabu (19/10).

Bukan hanya itu, menurut dia kondisi itu diperparah dengan beberapa orang terdekat JK yang semakin berkurang di kabinet.

Dari beberapa kasus tersebut, Sodik melihat bahwa Jokowi-JK bukan dwitunggal yang saling menguatkan, namun hubungan mereka adalah hubungan dengan chemistry yang lemah. Hal itu menurutnya tidak menguntungkan bagi kinerja kabinet dan akhirnya bagi rakyat.

"Bekerja sendiri-sendiri sih tidak, tapi Wapres bekerja pada posisi minimal sebagai "ban serep". Bahkan kadang-kadang di bawah posisi itu. Pada posisi minimal yakni hanya sebagai ban serep," ketusnya.

Rendahnya chemistry Jokowi - JK menurutnya terbukti dengan seringnya JK yang absen dari acara kenegaraan yang dihadiri oleh Jokowi. Misalkan saat pelantikan Budi Gunawan menjadi Kepala Badan Intilejen Negara (BIN).

"Ya itulah contoh rendahnya chemistry, yang lahir dari perbedaan sudut pandang terhadap beberapa masalah," tukasnya. [ysa]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya