Berita

Suciwati/RMOL

Politik

Suciwati:Jokowi Jangan Lempar Pendapat, Negara Ini Bukan Warung Kopi

RABU, 19 OKTOBER 2016 | 13:25 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO



RMOL. Istri aktivis HAM, Munir bersama dengan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menduga ada kelalaian dan ketidakpatuhan hukum di bawah administrasi pemerintah Joko Widodo.
Hal ini terkait dokumen tim pencari fakta (TPF) kasus Munir yang diumumkan hilang oleh pihak Istana.

Suciwati mengatakan bahwa pengakuan pemerintah yang tidak memiliki dokumen tersebut, meski mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah secara resmi menerima dokumen TPF pada 24 Juni 2005, menunjukkan kepanikan pihak Istana yang nampak setengah hati menyelesaikan kasus ini.

Suciwati mengatakan bahwa pengakuan pemerintah yang tidak memiliki dokumen tersebut, meski mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah secara resmi menerima dokumen TPF pada 24 Juni 2005, menunjukkan kepanikan pihak Istana yang nampak setengah hati menyelesaikan kasus ini.

"Itu kepanikan pemerintah dengan mengatakan bahwa dokumen TPF Munir seharusnya bisa disimpan oleh SBY," ujar Suciwati dalam konferensi pers di Kantor Kontras, Jalan Kramat 2 no 7, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (19/10).

Menurutnya, kelalaian pemerintah Jokowi-JK ini merupakan pelanggaran serius yang tidak hanya berkenaan dengan keberadaan dokumen di masa pemerintahan SBY. Dokumen TPF adalah manifestasi dari tafsir kebijakan negara untuk menyelesaikan kasus Munir, yang disusun atas mandat presiden.

"Sehingga sudah seharusnya diumumkan dan ditindaklanjuti untuk menunjukkan bahwa negara ini serius atas hasil kerja dan kebijakan yang diputuskannya," sambungnya.

Suci mengaku kelalaian pemerintah telah merugikannya sebagai korban yang sudah selama 12 tahun tidak memiliki kepastian hukum karena tidak ada tindak lanjut yang memadai dalam mengusut konspirasi kematian Munir.

Suci juga mendesak agar dokumen TPF Munir segera ditemukan dan diungkap tanpa ada lempar pendapat tentang keberadaan dokumen yang terkesan mengaburkan proses penyelesaian hukum.

"Statement soal dokumen TPF hilang itu tidak bertanggung jawab. Itu nggak bisa begitu karena ini negara, bukan warung kopi," pungkasnya.[wid]



Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya