Berita

Adhie Massardi/Net

Politik

Ahok Rusak Tatanan Yang Dibangun Gus Dur

RABU, 19 OKTOBER 2016 | 11:56 WIB | LAPORAN:

. Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dituding merusak segala tatanan kehidupan negara demokrasi, termasuk yang dibangun mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yakni menghilangkan sekat SARA.

Demikian ditegaskan mantan Jurubicara Presiden Gus Dur, Adhie Massardi, Rabu (17/10).

"Seluruh energi bangsa ini dan terutama apa yang dikerjakan dan diperjuangkan oleh Gus Dur seumur hidupnya, rusak hanya karena ulah seorang Ahok. Usaha Gus Dur menghilangkan sekat-sekat SARA pun diluluhlantakan oleh Ahok selama memimpin Jakarta. Ahok membangkitkan kembali kebencian di antara anak bangsa terkait etnis dan agama," ujar Adhie.
 

 
Dia menambahkan semua hal yang diperjuangkan Gus Dur seumur hidupnya yang dirusak oleh Ahok. Gus Dur menurutnya pertama ingin menegakkan demokrasi dimana seluruh warga negara memiliki kedudukan yang sama.

Usaha itu untuk menghapuskan barier demokrasi pun dimulai ketika amandemen UUD 45 dimana kalimat orang Indonesia asli kemudian diganti dengan orang Indonesia saja.

"Menghilangkan kata asli dalam UUD 45 bukanlah pekerjaan mudah buat bangsa ini. Makanya di awal karier politik Ahok menjadi bupati di Bangka Belitung, Gus Dur pun mendukungnya, agar demokrasi bisa dirasakan untuk seluruh warga negara," jelas Adhie.
 
Bangsa ini dan juga Gus Dur pun menggunakan energi yang sangat besar demi menempatkan kembali TNI dan Polri pada posisi yang sebenarnya. Bangsa ini kemudian bisa merasakan betapa TNI-Polri tidak lagi berhadap-hadapan dengan rakyat seperti pada era Orde Baru.

"Tapi yang terjadi, Ahok menggunakan kembali TNI dan Polri untuk berhadap-hadapan dengan rakyat yang seharusnya dia lindungi. Ahok pun mengakui bahwa TNI dan Polri yang digunakan untuk menggusur rakyat dari tanahnya dibayar oleh para pengembang. Hubungan TNI Polri dengan rakyat yang relatif harmonis kemudian kembali dirusak oleh Ahok," tambah Adhie. [rus]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya