Berita

Tommy Soeharto/Net

Politik

Partai Berkarya Bukan Ancaman Serius Golkar

Parpol Baru Jual Nama Tommy Soeharto
RABU, 19 OKTOBER 2016 | 10:01 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Partai Golkar mengaku tidak khawatir dengan hadirnya Partai Beringin Karya (Berkarya) sebagai partai sempalan. Bahkan, Golkar mengklaim parpol baru hanya ramai menje­lang pemilu, lantas hilang setelah gugur dalam pendaftaran.
 
Partai Berkarya yang dim­otori Tommy Soeharto ini resmi berbadan hukum dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) setelah men­gakuisisi Partai Nasional Republik (Nasrep). Selain nama dan lam­bangnya yang menyerupai Golkar, Partai Berkarya juga mengklaim, jajaran pengurusnya diisi para politisi eks Golkar.

Ketua DPP Partai Golkar Zainudin Amali mengatakan, Golkar tidak mempermasalah­kan kehadiran Partai Berkarya. Termasuk keputusan Tommy Soeharto dan kader Golkar lain­nya bergabung dan membesarkan Partai Berkarya. Menurutnya, pembentukan partai adalah hak setiap orang asalkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.


"Siapa pun punya hak untuk menyatakan pendapat, pan­dangan politik. Enggak apa-apa," ujar Amali di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.

Namun yang terpenting, lanjut Amali, partai-partai baru yang niat mengabdi untuk masyarakat jangan hanya muncul menjelang pemilu saja. Tetapi saat pendaf­taran verifikasi peserta pemilu di Komisi Pemilihan Umum (KPU), jumlah parpol yang lolos masih stok yang lama-lama.

"Nah, ujiannya saat pemilu. Banyak partai yang muncul, tapi begitu muncul pemilu cuma 10. Jadi silakan," sindir be­kas Sekjen Partai Golkar hasil Munas Jakarta ini.

Saat awal-awal pendiriannya, sejumlah kader Golkar juga banyak yang bicara sinis terhadap Partai Berkarya. Bahkan politisi senior Golkar Akbar Tandjung menyebut, kahadiran Partai Berkarya yang memiliki simbol, warna dan nama hampir sama denga Golkar hanya sekadar cari sensasi saja.

"Ini lebih banyak halnya cari perhatian. Bikin partai tidak mudah. Buat partai saat ini bu­tuh SDM yang besar untuk bisa eksis," kata Akbar kala itu.

Akbar mengatakan, mendirikan partai yang memiliki kemiripan nama maupun logo memiliki aturan jelas. Partai Golkar sekarang akan bersatu, Insya Allah akan solid dan raih hasil politik,” tambahnya.

Seperti diketahui, Senin (17/10) Kemenkumham mengesahkan ke­beradaan Partai Berkarya dengan SK Menkumham Nomor: M.HH-20.AH.11.01 tahun 2016.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang menjelaskan, Partai Berkarya merupakan hasil penggabungan Partai Nasrep dan Partai Berkarya. Selain Tommy Soeharto, ada juga mantan politikus Partai Nasdem dan eks Menko Polhukam Laksamana TNI (Purn) Tedjo Purdijatno, sebagai ketua Dewan Pertimbanga.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Berkarya, Yockie Hutagalung mengatakan, ada harapan dari pa­ra pengurus agar Tommy Soeharto dipilih menjadi ketua umum. "Partai ini butuh seorang ko­mandan. Tentu ada harapan agar beliau menjadi ketua umum Partai Berkarya," tukasnya. ***

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya