Berita

ilustrasi/net

Politik

Kasus Munir Masih Gelap, Demokrat Klaim SBY Sudah Banyak Bekerja

SELASA, 18 OKTOBER 2016 | 15:05 WIB | LAPORAN:

. Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla diminta menindaklanjuti semua langkah yang telah diambil pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pengusutan kasus kematian tokoh hak asasi manusia Munir Said Thalib.

Pemerintahan Jokowi tidak boleh hanya sibuk menyalahkan pemerintahan SBY soal hilangnya dokumen hasil investigasi Tim Pencari Fakta (TPF) kasus Munir.

"Setahu saya ada beberapa rekomendasi dari TPF yang sudah ditindaklanjuti pemerintahan SBY. Selebihnya saya tidak ikuti, tapi saya dengar hampir sebagian besar sudah ditindaklanjuti," kata Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan, di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (18/10).


Menurut dia, pemerintahan Jokowi harus menindaklanjuti apa saja yang belum dilakukan pemerintahan sebelumnya dalam mengungkap kebenaran di balik kematian Munir.

"Lakukan sekarang. Karena sudah banyak yang dilakukan (SBY)," tegas Syarief.

Apabila pemerintahan saat ini memerlukan keterangan SBY menyangkut keberadaan dari dokumen hasil investigasi TPF itu, Syarief memastikan SBY yang juga Ketua Umum dari partainya akan memberi penjelasan.

"Pada saatnya, kalau memang diperlukan, Beliau akan beri penjelasan," ucapnya.

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) memenangkan gugatan atas Kementerian Sekretariat Negara terkait hasil Laporan Tim Pencari Fakta (TPF) kasus meninggalnya Munir yang tak kunjung diumumkan pemerintah kepada publik.

Sebenarnya, hasil investigasi telah diserahkan TPF kepada Presiden saat itu, Susilo Yudhoyono, di Istana Negara, pada 24 Juni 2005. Brigjen Marsudhi Hanafi yang memimpin TPF dan para anggotanya hadir dalam pertemuan tersebut.

Pada Senin 27 Juni 2005, dokumen itu didistribusikan Presiden kepada para menteri, yakni Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar, Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh, Kepala BIN Syamsir Siregar, Menkum dan HAM Hamid Awaluddin dan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto. [ald] 

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya