Berita

Basuki Tjahaja Purnama/Net

Politik

Jakarta Di Bawah Kepemimpinan Ahok Tidak Pancasilais

SELASA, 18 OKTOBER 2016 | 14:42 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bukan sosok pemimpin yang sesuai dengan perspektif amanah Pancasila.

Begitu ditegaskan Presidium Gerakan Perubahan Jakarta (GPJ) Nuryaman Berry Hariyanto dalam diskusi publik bertajuk 'Jakarta untuk Perubahan' di Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (18/10).

Berry mulai membedah gaya kepemimpinan Ahok selama di Jakarta dengan sila kedua Pancasila. Menurutnya, Ahok bukan sosok pemimpin yang menjalankan prinsip kemanusiaan yang adil dan beradab. Ini mengingat di masa kepemimpinan Ahok masih sering terjadi penindasan kepada rakyat kecil.


"Lalu apakah Ahok cermin Persatuan Indonesia? Tentu tidak, karena setiap kalimat yang keluar dari lidah Ahok mengandung makna memecah belah bangsa. Saya tidak tahu itu dia sadari atau tidak," ujarnya.

Ahok, lanjut Berry, juga bukan pemimpin yang mencerminkan pengamalan sila keempat. Di masa Ahok, Jakarta telah kehilangan semangat gotong royong. Semua keputusan kebijakan pemerintah diputuskan secara sepihak oleh Ahok tanpa bermusyawarah dengan DPRD DKI.

"Tidak ada demokrasi, apa kata Ahok ya dijalani, beberapa kali dia pecat orang karena bersebrangan, dan Ahok juga berseteru dengan DPRD. Bagaimana dengan keadilan sosial? Saya rasa Ahok juga tidak cerminan itu," urainya.

Menurutnya, Ahok yang bersebrangan dengan 4 sila Pancasila sudah tentu membuktikan bahwa Ahok tidak memiliki prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa.

"Jadi Jakarta di bawah kepemimpinan Ahok tidak Pancasilais. Makanya, Ahok harus diselesaikan karena kita tidak ingin bangsa ini dipimpin tanpa pengamalan falsafah kebangsaan," pungkas Berry.[wid]






Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya