Berita

Foto/Net

Politik

Tokoh Muda Golkar Khawatir Ahok-Nusron Menggerus Suara Partai

SELASA, 18 OKTOBER 2016 | 10:59 WIB | LAPORAN:

. Setelah PDI Perjuangan masuk koalisi Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot), keberadaan Partai Golkar di koalisi sangat terlihat 'dikecilkan', baik secara makna dan posisinya secara politik.

Hal itu diungkapkan oleh tokoh muda Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia dalam keterangan yang diterima wartawan, Selasa (18/10).

Namun, kata Doli, ketika gelombang reaksi penolakan Ahok muncul begitu deras akibat dugaan penistaan agama Islam yang dilakukannya, justru yang "mati-matian" dan "membabi buta" membela Ahok adalah Nusron Wahid yang menegaskan posisinya sebagai Koordinator Pemenangan Pemilu Partai Golkar wilayah Jawa dan Sumatera DPP Partai Golkar.


"Hingga sudah sampai pula menyinggung ulama dan umat Islam juga," sesalnya.

Sementara pengurus dan kader PDIP menurut Doli "sepi" dari pembelaan terhadap Ahok. Bahkan Djarot pada satu kesempatan, justru menegur Ahok.

"Padahal Nusron tidak dalam posisi tim sukses sama sekali saat ini. Situasi seperti itu tentu membuat posisi Golkar semakin tidak positif di mata publik. Antipati terhadap Ahok yang sudah meluas secara nasional, saat ini diiringi pula dengan antipati terhadap Nusron," sebut Doli.

Lebih lanjut dia menilai bahwa Nusron dan Golkar sekarang diposisikan sebagai kelompok yang berusaha "membenarkan" kesalahan yang telah dilakukan Ahok.

"(Padahal) Ahok-nya saja sudah mengakui kesalahan dan meminta maaf, tapi Nusron dan Golkar tetap "ngotot" dan memaksakan seolah tidak ada yang salah," ketusnya.

Bila hal ini terus berlangsung, Doli mengaku sangat khawatir akan berkembang pula menjadi antipati terhadap Golkar.

"Apalagi tagline Golkar selama inikan "Suara Rakyat, Suara Golkar". Kalau mayoritas masyarakat sudah menolak Ahok, lantas untuk apalagi dasar Golkar tetap mempertahankan Ahok. Kalau bukan atas dan untuk kepentingan (suara) rakyat, jadi keputusan dukung Ahok itu atas dan untuk kepentingan siapa sebenarnya, sehingga harus dipertahankan terus," tukasnya. [rus]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya