Partai Amanat Nasional meÂmastikan, kehadiran Amien Rais dalam demo menuntut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok pada Jumat (14/10) diadili atas dugÂaan penistaan agama, bukanlah atas nama partai.
Ketua DPP PAN Saleh Partaonan Daulay menegaskan, demonstrasi tentang Ahok kemarin adalah wujud penyamÂpaian aspirasi masyarakat sepÂerti dijamin undang-undang. Selama unjuk rasa dilakukan secara tertib, damai, dan tidak anarkis, hal itu tentu diperboÂlehkan.
"Kebebasan menyampaikan pendapat dan aspirasi adalah konsekuensi dari pilihan sistem demokrasi yang dianut oleh Indonesia," kata Saleh dalam keterangan persnya.
Anggota DPR ini membela Amien Rais karena dianggap tak menyampaikan pernyataan salah di ajang unjuk rasa itu. Di ajang itu, Amien seingatnya hanya mengimbau Kepolisian agar mengusut tuntas dugaan penodÂaan agama sebagaimana dituntut oleh massa pengunjuk rasa. "Soal itu, bukan hanya Amien Rais yang meminta. Tetapi banÂyak elemen masyarakat dan ormas Islam yang telah menyuÂarakan sebelumnya," imbuh Saleh.
Karena itu, Saleh mendesak agar kepolisian segera mengusut informasi hoak bahwa Kapolri perintahkan untuk menangkap Amin Rais gara-gara demo tersebut. Menurutnya, langkah sigap itu adalah langkah positif agar tindakan yang sama tidak terjadi lagi di masa yang akan datang.
"Apalagi, berita hoax itu langÂsung membawa nama kapolri, pemimpin tertinggi di tubuh Kepolisian RI," kata Saleh, Senin (17/10).
Namun, pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago menilai, hadirnya Amien Rais dan kader Partai Gerindra Habiburrokhman saat unjuk rasa itu menimbualÂkan nuansa politis atau kepentÂingan.
"Jangan lupa, Amien Rais kan politisi juga. Kita tahu dia juga pasti punya kepentingan," kata Pangi.
Pangi menganggap kehadiran mantan Ketua Umum PAN ini sah-sah saja memberikan suarÂanya kepada salah satu kandidat bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017. "Asalkan kita menghindari isu-isu SARA (suku, ras, agama dan antargolongan) ini saja," ujar dia.
Ia menambahkan Jakarta merupakan barometer kaca mata dunia melihat Islam demokrasi, sehingga harus dijaga semua kalangan. "Selama konÂteksnya adalah program kerja, prestasi, bagaimana saling meÂmengaruhi ya sah-sah saja," tandasnya. ***