Berita

Sohibul Iman (tengah)

Politik

Presiden PKS: Berpolitik Ibarat Bermain Pingpong, Jangan Sampai Buat Kesalahan

SELASA, 18 OKTOBER 2016 | 07:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Presiden PKS, Mohamad Sohibul Iman, mengingatkan para kadernya dan simpatisan yang mendukung jagoan mereka pada Pilkada serentak tahap II ini untuk bermaint cantik. Jangan sampai membuat kesalahan.

"Politik ibarat pingpong: bola bagus jd poin buat kita, bola salah jd poin buat lawan. Jk ingin menang hrs bermain cantik+hindari kesalahan," kicaunya, lewat akun Twitter ‏@msi_sohibuliman (Selasa, 16/10).

Dia menjelaskan bermain rasional plus terkontrol akan banyak bola masuk atau mendapatkan simpati publik. Sebaliknya, jika emosional dan tak terkendali justru akan banyak out atau antipati publik.


Nah, dia menegaskan, ada kalanya lawan sengaja membuat suasana emosional. Jika kita terpancing, akan jadi poin buat mereka. Sebaliknya, jika tidak, akan berbuah poin buat kita. Karena itu, mesti hati-hati.

"Jangan pernah menari dg irama orang lain. Sangat mungkin itu jebakan lawan. Menarilah dg irama sendiri. Itu yg akan antarkan kemenangan!" cuitnya.

Sebab, kompetisi politik adalah perebutan pengaruh di ruang publik. Kuncinya adalah menarik simpati publik. Fokus di situ, bukan sibuk mikirin lawan.

"Pemilih akan terdistribusi normal: sktr 20% pokoke pilih B, sktr 20% asal bukan B, sisanya akan pilih dg hati2. Kita hrs menarik yg 60% ini!" tweet-nya.

Makanya, dia mengingatkan lagi, kita harus banyak sampaikan suara-suara pencerah (voice), bukan sampah apalagi fitnah (noise). Karena yang 60 persen itu sangat sensitif dengan voice dan noise.

Karena itu pula, kita harus tahu perbedaan antara voice dan noise. Para peniup noise (buzzer, bot) pandai bikin irama dari voice. "Kt ikut menari, kt kejebak jd penebar noise!," demikian Sohibul Iman mengingatkan lagi. [zul]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya