Berita

Politik

KPU Kebut Akuntabilitas Keuangan Dan Kinerja

SELASA, 18 OKTOBER 2016 | 07:39 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Komisi Pemilihan Umum (KPU) mendapat apresiasi dunia dan penghargaan dari banyak negara atas keberhasilan dalam penyelenggaraan pemilu dan pilkada, bahkan banyak negara belajar demokrasi dari Indonesia. Namun, keberhasilan itu belum selaras dengan akuntabilitas KPU, baik dalam hal pertanggungjawaban keuangan maupun kinerja.

Demikian disampaikan Ketua KPU RI Juri Ardiantoro saat membuka workshop Implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) di lingkungan KPU, di Hotel Harris Sumarecon Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/10). Workshop ini dihadiri perwakilan 34 KPU provinsi seluruh Indonesia.

Jelas Juri, opini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) masih WDP atau Wajar Dengan Pengecualian, kemudian akuntabilitas kinerja KPU masih dinilai CC oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB). Untuk itu, perlunya implementasi SPIP untuk mewujudkan akuntabilitas tersebut.


"KPU tidak bisa dibandingkan dengan kementerian/lembaga lainnya, karena bebannya berbeda, KPU mempunyai 549 satuan kerja dari pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota. Namun hal ini harus menjadi pemicu kita untuk bekerja lebih baik untuk meningkatkan kinerja," ujar Juri.

Juri juga menegaskan pentingnya pembentukan satuan tugas (satgas) SPIP di lingkungan KPU untuk mewujudkan good government dan clean government. Selain keberhasilan pemilu, KPU juga harus berhasil akuntabilitasnya, yaitu mempertanggungjawabkan administratifnya.

Sementara itu, Inspektur Sekretariat Jenderal KPU RI Adiwijaya Bakti menekankan tujuan workshop ini untuk membangun kesadaran dan memberikan pengetahuan bagi anggota satgas SPIP. Hal ini juga untuk mengoptimalkan tugas satgas di wilayah kerja masing-masing.

Dalam workshop ini juga akan disimulasikan pelaksanaan SPIP seperti penilaian lingkungan pengendalian dan tata cara penyusunan laporan penyelenggaraan SPIP. [rus]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya