Berita

Net

Politik

Umat Islam, Sekarang Saatnya Memeluk Erat TNI

SENIN, 17 OKTOBER 2016 | 22:37 WIB

MASIH segar dalam ingatan dari peristiwa demonstrasi terbesar umat Islam pada Jum'at, 14 Oktober 2016 lalu. Saat itu, di depan Balaikota Jakarta, Pangdam Jaya Mayjen TNI Theddy Laksmana larut dalam takbir para demonstran. Berkali-kali jenderal yang besar di satuan elit Kopassus itu mengumandangkan takbir. Massa sangat terharu dengan sikap rendah hati Jenderal tersebut.

Sebelumnya, di majalah Forum dalam rangka memperingati HUT TNI 5 Oktober, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan. Dia katakan bahwa sudah lama TNI tidak menerima informasi dari kalangan intelijen (Badan Intelijen Negara) terkait ancaman negara. Bahkan, ketiadaan pasokan informasi tersebut sudah berlangsung lama, sejak dirinya berpangkat Kolonel.

Baik sikap simpatik Pangdam Jaya kepada umat Islam dan pernyataan Panglima TNI tersebut, keduanya memiliki pesan yang sama. Institusi TNI tengah mengalami kegamangan dan pengucilan dari dinamika nasional. TNI membutuhkan kawan seiring yang sejati.


Di dalam struktur negara, TNI diturunkan derajatnya menjadi bawahan Kementerian Pertahanan. Padahal sebelumnya hal itu tidak terjadi. Bahkan di era Soekarno, Angkatan Darat saja merupakan satu kementerian. Jenderal Soeharto menjabat sebagai Menpangad.

Sebaliknya Polisi setara dengan kementerian. Institusi ini juga menikmati anggaran yang mengagumkan.

Apabila TNI secara kebatinan merasa terkucil dan gamang, tentulah sangat wajar. Dalam situasi kebatinan TNI semacam itu, adalah waktunya umat Islam sebagai unsur utama dan esensial dari rakyat Indonesia memeluk TNI sebagai kawan seiring sejalan dalam membesarkan dan memajukan negara.

Bagaimana pun, TNI adalah anak kandung umat Islam. TNI disusun oleh unsur salah satunya ialah Laskar Sabilillah dan Barisan Hizbullah. Bahkan bapak TNI yang legendaris yaitu Panglima Besar Soedirman merupakan anak kandung umat Islam. Dia dibesarkan dan dilatih dari kepanduan Muhammadiyah sekaligus guru Muhammadiyah. Setiap kali berperang, dikisahkan dia tak pernah meninggalkan sembahyang dan wudlu, yaitu ritual ibadah untuk dalam keadaan suci dari najis.

Tokoh-tokoh umat Islam harus tajam mendeteksi suasana kebatinan prajurit-prajurit TNI sekarang ini. Mereka memerlukan pelukan erat yang tulus dari umat Islam. Tantangan mereka amat berat terkait ancaman eksternal dan internal negara sekarang. Mereka jangan merasa sendirian. Katakan bahwa TNI tidak sendirian. Umat Islam berada selalu di samping.

Untuk hal itu, umat Islam haruslah bersatu padu. Tidak boleh berpecah-belah yang mengakibatkan lemahnya pengaruh dan kewibawaan umat Islam. Demonstrasi 14 Oktober 2016 yang menuntut hukum penista Islam telah menunjukkan kewibawaan dan persatuan umat Islam yang sukses.

Hal semacam itu mesti dirawat dan kembangkan menjadi modal politik halus strategis umat Islam. Umat Islam tidak perlu terlibat urusan-urusan singkat dan berganti-ganti isu seperti Pilkada dan Pemilu. Hanya isu-isu fundamental dan strategis yang boleh menggerakkan sumber daya umat secara luas dan besar. [***]

Syahrul Efendi Dasopang
Mantan Ketum PB HMI

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya