Berita

Basuki Purnama dan Setya Novanto/net

Politik

Golkar Dukung Ahok, Siapa Yang Untung?

SENIN, 17 OKTOBER 2016 | 14:45 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ada skenario dan target tertentu, yang melibatkan segelintir elite pusat Partai Golkar, terkait dukungan politik partai beringin itu ke calon petahana di Pilkada DKI Jakarta, Basuki Purnama alias Ahok.

Hal ini diungkapkan fungsionaris muda DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, dalam diskusi publik di kawasan Tebet, Jakarta, beberapa saat lalu (Senin, 17/10).

"Tidak semua orang di DPP dan di Jakarta yang ambil keputusan itu (dukung Ahok). Ini diambil tiga hari setelah Setya Novanto jadi ketua umum, dan tiga hari kemudian Yorrys bilang ia mengambil alih DPD DKI Jakarta dan saya dukung Ahok," ungkap Doli.


Dia mengatakan, kemenangan Fayakhun Andriadi menjadi Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta lewat Musyawarah Daerah pada Juni lalu kian memuluskan langkah Ahok menjadi calon yang didukung Golkar.

"Fayakhun bawa Ahok, habis itu baru (DPP Golkar) dukung Jokowi (untuk Pilpres 2019). Pergantian di Golkar sudah satu paket ke semua itu," lanjut Doli.

Dia menduga ada kepentingan dari luar partai yang mengintervensi Golkar agar menjatuhkan dukungan kepada Ahok, padahal sosok Ahok sudah lama tidak disukai sebagian besar masyarakat DKI Jakarta.

"Ini untuk kepentingan siapa? Padahal semua orang sudah marah sama Ahok. Kepentingan siapa yang dilindungi? Suara Golkar suara rakyat, kalau rakyat enggak suka sama Ahok kenapa Golkar masih dukung Ahok?" ucapnya.

Doli mengaku masih mempertanyakan apa manfaat yang didapatkan Golkar dari dukungan partai kepada Ahok. Jawabannya pun belum bisa diberikan oleh Ketua Umum Golkar, Setya Novanto.

"Sampai sekarang saya belum dapat jawaban dari ketua umum apa manfaat dari mendukung Ahok," tegasnya. [ald]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya