Dinamika perkembangan isu kebencian berbau suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) di Pilkada DKI 2017 turut menjadi perhatian para pemuka agama.
Ketua Presidium Inter Religion Council (IRC) Din Syamsuddin bersama dengan para tokoh lintas telah menggelar diskusi terkait persoalan isu SARA yang kini berkembang di kalangan masyarakat. Dalam diskusi itu disimpulkan ada enam pesan penting yang akan menjadi imbauan bagi bangsa Indonesia.
"Demi terselenggaranya pemilu yang baik, maka harus di junjung tinggi etika dan akhlakul karimah. Suasana pilkada jangan sampai mengganggu kerukunan hidup dan kesatuan," ujarnya di Kantor CDCC, Menteng, Jakarta, Senin (17/10).‎
Enam kesepakatan yang disampaikan Din Syamsudin bersama Ketua Walubi Suhadi Sendjaja, Ketum Matakin Uung Sendana, Sekretaris KWI Wdy Purwanto, Ketua Bidang Dikbud PHDI Nyoman Udayana, Sekum PGI Gomar Gultom, dan Ketua Bidang Kerukunan Umat Beragama MUI Yusnar Yusuf, itu antara lain:
1. Menyatakan keprihatinan dalam berkembangnya suasana kehidupan bangsa yang menampilkan gejala pertentangan dan wacana antagonistik di kalangan masyarakat suasana itu potensial menganggu kerukunan hidup antar umat beragama yang sudah terjalin selama ini.
2. Semua pihak harus menahan diri dalam perkataan dan perbuatan yang dapat mendorong pertentangan dalam masyarakat majemuk, terutama menyinggung masalah sensitif menykut keyakinan agama, ras, antar golongan, dan suku.
3. Pemerintah harus hadir sesuai tanggung jawab dan kewenangan untuk mengatasi gejala pertentangan dalam masyarakat, baik lewat pendekatan pencegahan dan penanggulangan masalah.
4. Segala bentuk kekerasan tidak etis dan bertentangan dengan nilai agama dan kemanusiaan. Maka, semua masyarakat hindari diri dari segala macam kekerasan, baik fisik maupun verbal, dan juga moral.
5. Semua warga mendorong proses demokrasi Indonesia berlangsung aman dan lancar, secara jurdil dan selalu mengindahkan nilai moral dan etika keagamaan. Pemerintah dan penyelenggara pemilu pun wajib melaksanakan pemilu sesuai hukum dan aturan yang berlaku.
6. Semua umat beragama di Indonesia ini bersama-sama berdoa pada Tuhan Yang Maha Esa sesuai keyakinannya agar Bangsa Indoensia terhindar dari malapetaka perpecahan, dan memiliki kekuatan lahir batin dalam menghadapi semua tantangan serta ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri yang menginginkan perpecahan bangsa dan keutuhan negara.
[wid]