Berita

Hasto Kristyanto/Net

Nusantara

Sekjen PDIP: Kemenangan Hana-Toni Lancarkan Program Jokowi Bangun Gorontalo

SENIN, 17 OKTOBER 2016 | 05:08 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

RMOL. Jajaran pengurus dan kader PDI Perjuangan, serta para pengurus partai pengusung pasangan calon gubernur-wakil gubernur Gorontalo, Hana Hasanah Fadel Muhammad-Toni M Jusuf harus bergerilya dan gotong royong meyakinkan rakyat setempat perihal harapan pembangunan dan peningkatan perekonomian yang didorong kedua calon.

Begitu dikatakan Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto saat memberikan pengarahan Rakerdasus DPD PDI Perjuangan Provinsi Gorontalo, Minggu (16/10).

"Yakinkan semua elemen partai turun ke bawah, sampaikan salam dari Ibu Mega dan Pak Jokowi. Yakinkan bahwa Ibu Hana adalah pemimpin perempuan yang akan membawa perubahan di Gorontalo lebih maju. Yang nanti akan bersama-sama dengan Pak Toni berjuang bersama rakyat mewujudkan kesejahteraan dan menciptakan lapangan kerja," sambungnya.


Hadir dalam rakerdasus tersebut, diantaranya Ketua DPP PDI Perjuangan Idham Samawi dan Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Bambang DH. Hadir juga pasangan Hana-Toni, serta perwakilan partai pengusung. Hadir juga Wakil Kepala Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan, Mochtar Muhammad, yang ditugaskan khusus untuk pemenangan Pilkada Gorontalo. Selain itu, ada juga Sekretaris DPD Partai Golkar Gorontalo Paris Jusuf, meskipun partainya mengusung calon lain.

Hasto mencontohkan, bagaimana gerakan ketok pintu warga saat menyampaikan salam dari Megawati dan Jokowi saat Pilkada DKI Jakarta tahun 2012 lalu. Melalui waktu bertemu langsung dengan rakyat dan menyampaikan salam serta gagasan pasangan calon, maka rakyat sebagai pemilih akan lebih mempertimbangkan kepada pasangan mana memberikan pilihan.

Maka dari itu, selain menyampaikan salam dari Megawati dan Presiden Jokowi, sampaikan juga salam dari pasnagan Hana-Toni yang akan membawa perubahan dan perbaikan di Provinsi Gorontalo.

"Tol laut dan infrastruktur sudah mulai dibangun oleh Pak Jokowi. Koneksitas pulau jadi penting dalam negara kesatuan Indonesia ini. Nah, di Gorontalo ini pasti pembangunan infrastruktur akan lebih cepat mana kala pemimpinnya satu arah dalam kesatuan ideologi dengan pemerintah pusat yang dipimpin Presiden Jokowi," ujar Hasto.

Hasto mengungkapkan, Hana sebagai pemimpin perempuan mewarisi semangat 'Sarinah' perempuan yang digambarkan oleh Bung Karno sebagai simbol perlawanan. Hasto meyakini, dengan kepemimpinan Hana di Gorontalo nanti akan melahirkan program dan kebijakan yang tidak hanya meningkatkan pembangunan secara fisik. Tetapi juga diharapkan bisa menanam suatu generasi unggulan di Gorontalo ke depan. Hasto kemudian menyitir apa yang selalu ditekankan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bahwa perempuan lah yang sebenarnya mengetahui secara detail bagaimana membuat kebijakan yang bisa mencerdaskan generasi masa depan.

"Di bawah kepemimpinan perempuan, saya yakin Gorontalo ke depan akan melahirkan generasi-generasi yang cerdas karena sejatinya perempuan yang memahami bagaimana suatu generasi bisa dilahirkan dengan suatu kecerdasan, bagaimana soal asupan gizi yang harus sudah didapatkan sejak dalam kandungan, dan juga bagaimana perhatian sejak para ibu-ibu mengandung. Maka itu juga yang selalu dikatakan oleh Ibu Mega, yang saya yakini ini akan diterapkan oleh Ibu Hana," ungkap Hasto.

Ketua DPD PDI Perjuangan Gorontalo, Kris Wartabone dalam sambutannya mengatakan, semua jajaran partai siap turun bergotong royong untuk memenangkan pasangan Hana-Toni.

"Anak-anak marhaen siap menangkan Ibu Hana dan Pak Toni. Sukses pilgub ini akan menentukan sukses Pileg 2019," katanya.

Usai acara rakerdasus DPD PDI Perjuangan, Hasto dan rombongan secara khusus bertemu dengan Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo yang dikemas dalam acara makan siang. Menurut Hasto, faktor keberhasilan Nelson dalam memimpin Kabupaten Gorontalo akan sangat menentukan menjadi basis pemilih Hana-Toni, di Pilkada Provinsi Gorontalo nanti. [sam]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya