Berita

Politik

Sabam Ke Ahok: Seluruh Anak Bangsa Punya Hak Yang Sama Di Negeri Ini

SABTU, 15 OKTOBER 2016 | 21:36 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Seluruh anak bangsa Indonesia bisa memiliki hak yang sama untuk menjadi pejabat.

Begitu pesan politikus senior PDI Perjuangan, Sabar Sirait, kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Cagub petahana yang akrab disapa Ahok itu mengaku selalu mengigat pesan ayah dari Maruarar Sirait tersebut. Bahkan dia sempat digurui tentang sikap Sabam yang tidak menganut politik kotor.


Menurut Sabam, kenang Ahok, berpolitik merupakan sebuah kesaksian hidup untuk mempertontonkan etalase. Sebab, dengan berpolitik bisa mewujudkan cita-cita proklamasi dengan menciptakan kota yang jujur dan bisa mengabdikan diri dan mentransformasi diri.

"Ini yang dibicarakan beliau, beliau selalu tekankan itu," ujar kata Ahok dalam sambutannya di perayaan kelahiran Sabam Sirait ke-80 di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (15/10).

Dalam acara tersebut, sebenarnya bukan Ahok saja yang diundang oleh pihak keluarga. Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Anies Baswedan dan Sandiaga Uno serta Agus Harimurti Yudhoyodo dan Sylviana Murni juga turut diundang. Namun hanya Ahok yang datang, didampingi juru bicaranya, Ruhut Sitompul.

Maruarar menabahkan undangan kepada ketiga cagub dan Cawagub DKI Jakarta itu untuk menunjukkan kekompakan dalan kompetisi politik.

"Saya sengaja undang, untuk menunjukkan persatuan di atas kompetisi," ujar Ara, sapaan akrab Maruarar dalam kata sambutannya.

Selain Ahok dan Ruhut, sejumlah tokoh politik dan nasional juga hadir dalam acara tersebut. Seperti Istri Mantan Presiden Gus Dur Shinta Wahid, Politisi Senior Golkar Akbar Tandjung.

Ada juga Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Wakopolri Komjen Syafruddin, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Calon Ketum PSSI Edy Rahmayadi, Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan, pengacara senior Otto Hasibuan dan Juniver Girsang. [zul]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya