Berita

Net

Politik

Perubahan Iklim Harus Jadi Isu Serius Pemerintah

KAMIS, 13 OKTOBER 2016 | 18:12 WIB | LAPORAN:

Komisi IV DPR RI menilai persoalan perubahan iklim perlu dijadikan isu sentral yang serius diperhatikan oleh pemerintah. Sebab, Indonesia menjadi perhatian dunia atas komitmen mengurangi emisi karbon sebesar 29 persen hingga tahun 2030.

"Persoalan pengurangan emisi karbon ini merupakan harapan semua bangsa terhadap Indonesia agar mampu untuk mencapainya. Wajar, karena luasan hutan negara ini masuk pada kategori sepuluh terluas di dunia," ujar anggota Komisi IV Akmal Pasluddin di komplek parlemen, Jakarta, Kamis (13/10).

Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, Indonesia memiliki hutan tropis ketiga terbesar di dunia. Sedangkan secara luas, Indonesia menempati peringkat delapan hutan terluas setelah Rusia, Brasil, Kanada, Amerika Serikat, China, Australia, dan Republik Demokratik Kongo.


"Yang menjadi kekhawatiran adalah kecepatan penyusutan luasan hutan di negara ini sangat pesat, sehingga perlu peningkatan kewaspadaan oleh semua pihak terutama pemerintah," jelas Akmal.

Dia menambahkan, kerusakan hutan di berbagai dunia termasuk Indonesia telah berpengaruh signifikan terhadap perubahan iklim. Oleh karena itu, ke depan, pemerintah Indonesia dapat lebih serius menjadikan isu perubahan iklim sebagai perhatian prioritas.

"Perubahan iklim ini merupakan hal serius sehingga negara-negara dunia melalui PBB senantiasa melakukan konferensi tiap tahun untuk membahasnya," kata Akmal.

Sayangnya, lanjut Akmal, dalam Paris Agreement, Indonesia belum meratifikasi kesepakatan yang telah ditandatangani Presiden Jokowi pada 22 April 2016 di New York. Padahal, tujuan utama Paris Agreement adalah untuk memperkuat respon global terhadap ancaman perubahan iklim dengan menjaga temperatur global jauh di bawah 2 derajat Celsius. [wah]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya