Berita

Basuki Tjahaja Purnama/Net

Politik

Aktivis 98: Jangan Sampai Keringat Perjuangan Gus Dur Dinodai Ahok

KAMIS, 13 OKTOBER 2016 | 15:07 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kebebasan berpolitik di Indonesia sangat jelas tercantum dalam UUD 1945. Kebebasan yang diberikan konstitusi tersebut bahkan ‎tanpa memandang suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA).

Hanya ada satu syarat yang diperlukan rakyat dalam berpolitik, yaitu berstatus asli warga negara Indonesia.

Implementasi kebebasan berpolitik bagi seluruh warga negara Indonesia terwujud nyata saat Indonesia dipimpin oleh Presiden Abdurrahman Wahid atau sering disapa Gus Dur.


"Di era bapak pluralisme itu, kebebasan berpolitik bisa turut dirasakan semua golongan, termasuk warga Tionghoa yang selama orba dipinggirkan," ujar aktivis'98 Prasojo kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (13/10).

Namun sayang, di tengah warga yang sedang menikmati kebebasan berpolitik, jerih payah perjuangan Gus Dur tersebut harus ternoda oleh ulah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Menurut pria yang akrab disapa Sojo itu, watak dan perangai Ahok yang kasar hingga terlibat dalam kasus penistaan agama seperti tengah menyulut bara api perpecahan kembali layaknya tragedi 1998.

Sebelum api perpecahan tersulut semakin besar, sambung Sojo, maka aparat penegak hukum harus segera menindaklanjuti kasus SARA yang dikobarkan Ahok. Penegak hukum harus secara profesional memproses Ahok secara hukum yang berlaku.

"Karena hukum berlaku untuk siapapun tanpa terkecuali, termasuk Ahok. Jangan sampai keringat perjuangan Gus Dur dinodai Ahok," tandasnya.[wid]




Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya