ilustrasi/net
ilustrasi/net
"Politik itu kalau santun, kenapa enggak? Kalau ada perintah agama untuk memilih pemimpin yang seiman, itu kan enggak masalah. Selama itu tidak merendahkan suku, agama, ras dan golongan lain," jelas Syafii, usai mengikuti diskusi soal pengamanan Pilkada DKI di Markas Polda Metro Jaya, Rabu (12/10).
"Misalnya, kita sebagai orang Islam enggak boleh memilih pemimpin yang non Islam, itu boleh saja. Sama halnya dengan memilih calon pemimpin putra daerah. Misalnya orang Betawi pingin memilih pemimpin yang asli Betawi, itu bukan SARA," ungkapnya, dikutip dari RMOL Jakarta.
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Senin, 12 Januari 2026 | 14:15
Senin, 12 Januari 2026 | 14:10
Senin, 12 Januari 2026 | 14:08
Senin, 12 Januari 2026 | 14:03
Senin, 12 Januari 2026 | 14:03
Senin, 12 Januari 2026 | 13:52
Senin, 12 Januari 2026 | 13:40
Senin, 12 Januari 2026 | 13:12
Senin, 12 Januari 2026 | 13:10
Senin, 12 Januari 2026 | 13:04