Berita

Nusantara

Pengurus Desa Adat Bantah Demonstrasi Dibiayai Desa Dinas

KAMIS, 13 OKTOBER 2016 | 01:01 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Penolakan reklamasi yang dilakukan oleh 39 Desa Adat atau Pakraman yang tergabung dalam Pasubayan Desa Adat/Pakraman Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa dilakukan berdasar keputusan paruman (rapat) Desa Adat/Pakraman.

Gerakan dipimpin langsung oleh Pasubayan Desa Adat/Pakraman Bali Tolak Reklamasi sehingga pengeluaran biaya untuk kegiatan tolak reklamasi Teluk Benoa diambil dari Kas Desa Adat/Pakraman.
 
Pernyataan tersebut ditegaskan oleh Bendesa Adat/Pakraman Kepaon, Ida Bagus (IB) Suteja untuk menepis pemberitaan yang belakangan ini menimbulkan keresahan publik. Dalam pemberitaan online dan juga salah satu media cetak di Bali disebutkan pembiayaan aksi tolak reklamasi Teluk Benoa yang dilakukan oleh Desa Adat selama ini mendapat dukungan dana dari desa dinas. (Baca: Anggota DPR: Dana Desa Dipakai Demo Langgar UU)


"Berita tersebut tidak sesuai dengan fakta yang terjadi. Saya bicara sebagai Bendesa Pakraman Kepaon. Jadi apa yang saya maksud dengan Desa di dalam pernyataan saya adalah Desa Pakraman. Seluruh biaya yang ditimbulkan untuk melaksanakan keputusan hasil paruman, bersumber dari kas Desa Pakraman Kepaon, bukan dari kas Desa Dinas (administrasi) Pemogan.” ujar Ida Bagus Suteja.
 
Ditegaskan bahwa yang dimaksud dengan dukungan Desa Dinas Pemogan adalah dukungan moral kepada Desa Pakraman Kepaon untuk menjalankan keputusannya. Dukungan dari Desa Dinas Pemogan itu memang ada tapi bukan dalam bentuk uang. Dukungan tersebut berupa dukungan moral. 

Kedua hal itu sudah menjadi komitmen bersama. Suteja juga tegaskan, tidak pernah berbicara mengatasnamakan Desa Pakraman Pemogan untuk berbicara di depan media. Sedangkan di dalam berita-berita yang beredar terdapat kesalahan fatal karena seolah pihaknya mengatasnamakan Desa Pakraman lain untuk menyampaikan pendapat di media.

"Di desa Pemogan terdapat dua desa Pakraman yakni Desa Pakraman Kepaon dan Desa Pakraman Pemogan. Saya Bendesa Pakraman Kepaon. Saya bicara dalam kapasitas sebagai Bendesa Pakraman Kepaon dan tidak pernah menagatasnamakan Desa Pakraman Pemogan ataupun bicara atas nama Desa Dinas Pemogan," kata Suteja.
 
Pemberitaan yang menyebut adanya dukungan dana dari Desa Dinas Pemogan untuk aksi tolak reklamasi juga dibantah oleh Kepala Desa Pemogan, I Nyoman Gede Wiryanata. Berita tersebut, lanjutnya, juga menyebabkan keresahan di masyarakat mengandung ketidakbenaran.

"Saya tegaskan bahwa tidak ada dana dari Desa Dinas Pemogan yang digunakan untuk membiayai aksi. Seluruh pembiayaan berkaitan dengan kegiatan ditanggung oleh desa pakraman. Dalam kapasitas Kepala Desa, saya sudah membuat pernyataan resmi bahwa tidak ada Kas Desa Dinas Pemogan yang digunakan untuk membiayai aksi tolak reklamasi," ujarnya. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

UPDATE

Dua Nama Hilang dari Daftar Calon BPK

Kamis, 10 September 2026 | 00:17

UAG Perkuat Sekolah Rakyat dan Talenta Halal Nasional

Kamis, 10 September 2026 | 00:06

Langkah Berani Gubernur Sultra Tertibkan Aset Usik Zona Nyaman Oknum Tertentu

Rabu, 09 September 2026 | 23:52

DPRD DKI Dukung Perluas Program Pendidikan bagi Santri Perkotaan

Rabu, 09 September 2026 | 23:32

Salat Istisqa Digelar di Lahat, Bursah Zarnubi Mohon Hujan segera Turun Merata

Rabu, 09 September 2026 | 23:22

DPR Dorong Pembangunan dari Desa Lewat Rakernas AKSI

Rabu, 09 September 2026 | 23:20

Rosan Roeslani Masuk Dua Besar Menteri Berkinerja Terbaik

Rabu, 09 September 2026 | 23:00

DPR: Kalau Ada Laporan Masyarakat, Polri Tak Perlu Ragu

Rabu, 09 September 2026 | 22:59

Jangan Sampai Indonesia jadi Sasaran Empuk Jaringan Narkoba Internasional

Rabu, 09 September 2026 | 22:45

Mantan Napi KDRT Diduga Kriminalisasi Istri Lewat Kesaksian Palsu ART

Rabu, 09 September 2026 | 22:31

Selengkapnya