Berita

Nasikin/RMOL

Nusantara

Nelayan Ini Justru Dukung Reklamasi Teluk Jakarta

RABU, 12 OKTOBER 2016 | 17:36 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Jika kebanyakan nelayan di Pesisir Pantai Utara Jakarta menolak program reklamasi maka sikap berbeda justru ditunjukkan oleh Nasikin. Nelayan dari Cilincing, Jakarta Utara ini justru mendukung Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk menyelesaikan proyek pembangunan 17 pulau buatan tersebut.

Nasikin yang juga merupakan ketua DPD Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia‎ menuturkan bahwa tanpa adanya reklamasi sekalipun para nelayan sudah mengalami paceklik hasil laut sejak tahun 2010. Hal itu akibat limbah laut yang terus mencemari perairan Teluk Jakarta.

"Jadi, tanpa adanya reklamasi, ikan juga sudah susah. Kerang hijau juga tidak bisa berkembang baik," bebernya saat ditemui di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta (Rabu, 12/10).


Untuk itu, Nasikin justru menaruh harapan pada proyek reklamasi. Pemilik 14 buah kapal itu berharap agar pemerintah memberdayakan nelayan lokal dalam mengadakan transportasi antar pulau reklamasi.

"Ya kami berharap kapal dihias terus dijadikan perahu wisata antar pulau reklamasi," ujarnya.

Selain itu, Nasikin berharap, nelayan tradisional juga diberikan bantuan kapal yang lebih besar dengan kekuatan lima sampai tujuh grosston (GT). Sehingga, nelayan tradisional bisa secara berkelompok melaut ke wilayah yang lebih jauh, termasuk meminta agar dibangun pemukiman nelayan terpadu di salah satu pulau reklamasi.

"Kalau sekarang setiap koperasi sudah dapat bantuan operasional dan alat tangkap. Nelayan juga dapat mesin motor perahu, per nelayan dapat satu," jabarnya.

Meski begitu, Nasikin tidak memungkiri jika ada nelayan lain yang menolak kebijakan reklamasi. Menurutnya, nelayan dari daerah Muara Angke merupakan salah satu yang menolak keras lantaran jalur melautnya tertutup oleh pembangunan Pulau G.

‎"Mereka agak keras karena biasa melaut ke Pulau Seribu. Kapal mereka kan besar bisa melaut jauh, jadi mereka sekarang harus memutar Pulau G sebelum melaut," tandasnya. [wah]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya