Berita

Foto: Net

Politik

Update Konflik Agraria: 36 Orang Petani Teluk Jambe Barat Masih Ditahan Polisi

RABU, 12 OKTOBER 2016 | 10:47 WIB | LAPORAN:

46 orang petani diamankan pihak Polres Karawang, Jawa Barat, pada Senin (10/10) lalu, sekitar pukul 17.40 WIB.

Puluhan petani itu ditahan pasca bentrokan dengan petugas keamanan PT Pertiwi Lestari, yang berjumlah lebih dari 100 orang di Dusun Cisadang, Desa Wanajaya, Kecamatan Teluk Jambe Barat, Kabupaten Karawang.

"Kami dari KPP STN menjelang subuh baru keluar dari Mapolres Karawang mendampingi 46 orang petani yang diamankan pihak Polres Karawang," kata Ketua Umum KPP STN, Ahmad Rifai mengutip broadcast messenger yang diterima redaksi, Rabu (12/10).


Ahmad menceritakan, seperti biasa bentrokan dipicu oleh penolakan petani atas tindakan PT. Pertiwi Lestari yang menggusur lahan petani dengan alat berat (excavator) secara membabi buta.

Pukul 23.30 WIB, kata Ahmad, pihak Polres Karawang mengeluarkan sembilan pemuda petani yang masih di bawah umur. Sementara tiga orang lainnya masih diamankan yakni Epul (15) Wahidin (18) yang warga Cisadang, Desa Wanajaya, dan Panji (17) warga Kiarahayam, Desa Margakaya. Mereka masih diamankan untuk dimintai keterangan.

Sementara di Posko Petani Desa Kiarahayam, lanjut Ahmad, saat ini berkumpul 90an ibu-ibu petani, 15 anak balita, dan lima orang laki-laki. Sedangkan lainnya berada di rumah masing-masing.

"Atas situasi ini kami KPP STN mendesak Satgas Agraria, pihak Kantor Staf  Presiden (KSP) yang diberikan mandat oleh Presiden Jokowi untuk melaksanakan Strategi Nasional Pelaksanaan Reforma Agraria 2016-2019," tegasnya.

KPP STN pun menuntut pembebasan 36 orang petani yang masih ditahan dan memanggil PT Pertiwi Lestari Pemkab Karawang, Kepala Kantor Wilayah BPN Jabar, Kementerian ATR/Kepala BPN RI, petani (organisasi tani) untuk bermusyawarah mufakat mencari jalan keluar atas konflik agraria di Teluk Jambe Barat.

Hal ini sebagaimana Surat Menteri ATR/Kepala BPN RI Nomor 1957/020/IV/2016 perihal penyelesaian masalah tanah di kawasan eks Tegalwaroelondon tertanggal 29 April 2016.[wid]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya