Berita

Rudiantara/Net

Wawancara

WAWANCARA

Rudiantara: Pokoknya Kami Dorong Harus Bayar Pajak, Tidak Bisa Blacklist Google Begitu Saja

RABU, 12 OKTOBER 2016 | 09:25 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pemerintah pastikan terus mengejar tunggakan pajak Google setelah ada penolakan untuk diperiksa Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak. Saat ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengupayakan cara pengumpulan pajak perusahaan internet raksasa asal Amerika Serikat (AS) itu.

"Semoga semua bayar pajak ya, karena saya lagi dorong terus. Kita duduk sama-sama selesaikan masalah ini. Soal bayarnya berapa dan bagaimana caranya biar teman-teman di Kemenkeu," kata Menkominfo Rudiantara saat ditemui Rakyat Merdeka, kemarin.

Dia menuturkan, usai me­layangkan surat penolakan diper­iksa petugas pajak, manajemen Google langsung memberikan pembelaan. Rudiantara mene­gaskan, Google harus membayar pajak di Indonesia.


"Mereka beri tahu, kami (Google) intensinya bukan menolak. Itu sangat legalistik ap­proach dari suratnya kalau saya baca tapi kalau mau settle, mereka tunjukin suratnya. Duduk sama-sama dengan Kemenkeu, karena mereka berbisnis di Indonesia harus bayar pajak," ujar Rudiantara. Lantas apa yang akan dilakukan Menteri Rudiantara agar Google bisa selesaikan pajaknya di Indonesia?

Berikut wawancara seleng­kapnya;

Apa yang dilakukan pemer­intah agar Google tidak lagi mangkir membayar pajaknya ke Indonesia?
Kami sedang menyiapkan aturan terkait pemain Over the Top (OTT) asing. Penyelesaian aturan tersebut menunggu kasus Google tuntas. Kalau ini selesai (kasus Google) baru terapkan semuanya, OTT internasional maupun nasional karena tujuan saya memberi level playing field. Ini harus paralel dengan proses yang sekarang, kalau dipaksakan tapi tidak applicable buat apa dan enfforcable kalau tidak dilakukan apa pinaltinya jadi harus keduanya. Core-nya di Kemenkeu dan Kemenkominfo. Saya tahu Bu Sri Mulyani man­faatkan hal-hal variabel untuk menaikkan bargaining kita.

Tapi sampai sekarang kok belum terlihat hasilnya?
Belum, saya minta mereka harus duduk. Mereka harus ba­yar pajak di Indonesia dan kami akan terus dorong.

Ada potensi situs google diblokir?
Belum, saya minta mereka harus duduk. Mereka harus ba­yar pajak di Indonesia.

Deadline-nya kapan ini di­tuntaskan?
Saya bicara dengan Menteri Keuangan terlebih dahulu nanti.

Sebenarnya apa sih masalah­nya hingga penyelesaian kasus pajak google sampai berlarut-larut?
Google itu berbisnis di Indonesia, jadi google harus bayar pajak di Indonesia. Kenapa kami dorong, karena harus ada level planted antara OTT (Over the Top) internasional dengan OTT nasional. Jangan sampai OTT nasional bayar pajak, yang internasional tidak bayar pajak. Padahal objek dari pasarnya itu sendiri adalah masyarakat Indonesia. Kemudian bagaimana cara membayarnya, berapa be­sarnya, intinya dari Kementerian Keuangan dan Dirjen Pajak yang lebih mempunyai kapasitas dan kompetensi.

Sebetulnya prosesnya itu memang, Indonesia ini bukan satu-satunya yang terjadi. Kalau Indonesia satu-satunya yang ter­jadi, sudah selesai lama. Tetapi ini di beberapa negara juga memang demikian.

Jadi tunggu apa lagi buat tuntaskan kasus ini?
Kita perlu persistence, perlu konsisten, perlu kesabaran un­tuk menyelesaikan masalah ini. Karena kita kan tidak bisa blacklist begitu saja.

Kalau berkelit terus, pemerintah block saja google?
Kalau di-block, bagaimana dengan masyarakat yang pakai gmail. Pakai gmail nggak, pakai. Terus gimana? ***

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya