Berita

Abdul Kadir Karding/net

Politik

PKB Rumah Politik Kaum Santri

RABU, 12 OKTOBER 2016 | 03:33 WIB | LAPORAN:

Momentum peringatan HUT Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) ke-17 digunakan Dewan Pengurus Pusat PKB mengundang ratusan santri dari beberapa wilayah di Indonesia untuk mengikuti kegiatan Parlemen Santri.

Menurut Sekjen PKB, Abdul Kadir Karding‎, DPP PKB dan Fraksi PKB DPR RI menggelar Parlemen Santri dalam rangka memberikan pemahaman kepada kaum santri tentang politik dan kerja-kerja keparlemenan.

"Kerja sebagai anggota dewan itu sangat melelahkan. Waktu yang kita miliki untuk istirahat sangat sedikit. Semua itu kita lakukan untuk kesejahteraan umat," katanya di kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta, Selasa (11/10).


Karding berharap, kegiatan tersebut dapat membuka wawasan politik kaum santri agar tidak salah dalam memberi penilaian terhadap kerja anggota Dewan.

"Politik itu pekerjaan mulia, karena banyak kaidah-kaidah yang harus diperjuangkan untuk mensejahterkan rakyat dan menegakkan nilai-nilai agama Islam," tuturnya.   

Menurut Karding, hampir 90 persen politisi PKB sendiri berasal dari pondok pesantren atau pernah menjadi santri. Sehingga, PKB dijadikan kaum santri sebagai rumah politiknya.

"Ke depan, perkembangan bangsa ini bergantung pada santri-santri di seluruh Indonesia. Begitu juga perkembangan Nahdlatul Ulama. Kalau kita ingin perjuangan NU tercapai dalam bidang politik maka santri harus terjun dalam dunia politik," ujarnya.

Untuk itu, dia meminta para santri agar tidak kehilangan kepercayaan diri dalam berpolitik. Karena kaum santri memiliki kualitas lebih mumpuni.

"Santri telah ditempa ahlak serta mentalnya sejak di pondok pesantren. Dan bekal ilmu yang dimiliki dapat digunakan untuk membangun bangsa ini. Memperjuangkan kesejahteraan masyarakat," jelas Karding yang juga anggota Komisi VIII DPR.

Ajang Parlemen Santri juga turut dihadiri Wakil Sekjen PKB Daniel Johan, Hasanuddin Wahid, Ali Ansori, Abdul Malik Harmain, Ketua Umum Perempuan Bangsa (PB) Siti Masrifah, Sekjen Dewan Koordinator Nasional (DKN) Garda Bangsa Nasrudin Cholil, dan Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gemasaba) Heru Widodo. [ald]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya