Berita

Foto: Net

Politik

Lupa Ya, Ahok Keberatan Mahasiswa UI Hanya Minta Maaf

SELASA, 11 OKTOBER 2016 | 12:41 WIB | LAPORAN:

Masih ingat aksi Boby Febry Krisdiyanto, mahasiswa pascasarjana Fakultas Ilmu Keperawatan dalam rekaman video berjudul 'Gema Pembebasan UI Tolak Ahok'.

Video itu tersebar di dunia maya dan menjadi viral.

Gubernur Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama saat dimintai komentarnya, secara lugas mengecam Boby telah berperilaku rasis dan SARA. Aksi Boby itu dinilainya bertentangan dengan UUD 45 dan Pancasila. Selayaknya, kata Ahok, Boby dipecat atau DO (drop out) dari kampus UI.  


Akhirnya Boby mengirimkan surat permintaan maaf kepada Rektor UI. Dalam surat bertanggal 6 September 2016., Boby mengakui khilaf karena menggunakan properti UI tanpa izin universitas dan orasinya menyebabkan keresahan, khususnya sivitas akademika UI dan masyarakat.

Namun rupanya Ahok tetap bersikukuh bahwa sikap rasis yang ditunjukkan Boby dalam video tak bisa selesai hanya dengan surat permintaan maaf bermaterai.

"Bercermin dengan kasus mahasiswa UI, ternyata berlaku sebaliknya. Ahok begitu mudah mengumbar permintaan maaf melalui media massa atas pelecehannya terhadap menista ayat Al Maidah 51," kata pengamat hukum dan politik The Indonesian Reform, Martimus Amin, memberi perbandingan.

Permintaan maaf itu disampaikan Ahok setelah muncul reaksi keras umat Islam secara masif. Bahkan Ahok sesumbar kepolisian RI tidak akan berani memeriksanya.

Martimus mengingatkan, sikap Ahok melecehkan agama Islam tidak hanya sekali itu saja, tapi terus berulang dilakukannya dan tidak dapat ditolerir lagi.

"Seperti lontaran kejinya mengejek umat Islam bahwa orang beriman tidak korupsi. Sadisnya Ahok telah menggusur dua masjid tua sebagai tempat peribadatan umat Islam yakni Masjid di Jatinegara dan khusuysnya Masjid Amir Hamzah di TIM yang dijanjikan untuk dibangun kembali, sampai saat ini tidak pernah direalisasikan," ulas Martimus.

Sehingga, imbuh dia, sudah sepatutnya Ahok  dipidanakan dan dipenjarakan atas semua perbuatannya tersebut. Sikap kepemimpinannya sangat mengancam keutuhan NKRI.

"Terkecuali memang aparat dan institusi negara sudah menjadi antek dan di bawah kendali Ahok," sindirnya.[wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya