Berita

Foto/Net

On The Spot

Bocah Korban JPO Hari Ini Dioperasi Di RS Fatmawati

Jika Kondisinya Sudah Stabil
SELASA, 11 OKTOBER 2016 | 09:58 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Korban jembatan penyeberangan orang (JPO) ambruk di Pasar Minggu, Jakarta Selatan masih tergolek lemah di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati, Jakarta Selatan, kemarin.

Salah satu korban yang masih dirawat intensif adalah Abbiyu Al Faiq. Bocah berusia lima tahun ini, masih harus berjuang untuk memulihkan kesehatan­nya di High Care Unit, Lantai III, Gedung Bougenville, RSUP Fatmawati.

Seluruh ruang perawatan di lantai III gedung tertinggi di rumah sakit negara ini, memang dikhususkan untuk anak-anak. Menuju ruang perawatan bisa menggunakan lift yang tersedia.


Sesampai di lantai III, setiap pengunjung harus melapor ter­lebih dahulu ke petugas yang berjaga di depan kamar perawa­tan. "Orangtua Abbiyu masih enggan bertemu wartawan. Masih sedih melihat kondisi anaknya," ujar Wini Riesta, staf Hubungan Masyarakat (Humas) RSUP Fatmawati.

Tidak semua pengunjung bisa masuk ke dalam kamar perawa­tan. Hanya keluarga dan orang yang menunggu pasien yang diperbolehkan masuk ke da­lam. Sementara, pengunjung yang tidak bisa masuk ke ruang perawatan, disediakan tempat bersantai yang berada di pojok lantai ini. Tempatnya lumayan luas dan bisa digunakan untuk melepas lelah sejenak.

Wini mengatakan, kondisi Abbiyu saat ini telah berangsur-angsur membaik sejak masuk ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU), 25 September 2016. "Kesadaran sudah mulai baik, sehingga dipindah ke ruang perawatan biasa, sejak Jumat lalu," ujar wanita yang mengena­kan pakaian serba coklat ini.

Selama dua minggu dirawat di ruang PICU, kata Wini, ke­sadaran Abbiyu belum stabil, sehingga belum dilakukan tinda­kan lebih lanjut seperti operasi. Setelah kondisinya stabil, baru dilakukan tindakan medis lebih lanjut. Mungkin, menurutnya, hari ini baru akan dilakukan bedah plastik kepada korban. "Soalnya, ada luka memar di kepalanya," ucapnya.

Kendati demikian, lanjut dia, tindakan operasi bedah plastik masih sangat bergantung dengan kondisi pasien hari ini. "Bila be­lum stabil, dokter akan menunda operasi lagi sampai betul-betul sehat," ucapnya.

Terkait biaya perawatan, Wini tidak mengetahui lebih jauh, kar­ena belum ada rekap biayanya secara keseluruhan. Biasanya satu atau dua hari menjelang pasien keluar dari rumah sakit, baru ada rincian biayanya.

Namun, dia memprediksi, biaya perawatannya cukup besar. Penyebabnya, biaya perawatan selama di PICU sebesar Rp 1,2 juta setiap hari. "Itu belum termasuk obat dan kunjungan dokter. Totalnya bisa sampai Rp 4 juta per hari," ujarnya.

Karena Abbiyu telah dirawat selama 12 hari di ruang PICU, paling tidak biaya yang dibu­tuhkan sebesar Rp 50 juta. "Itu belum termasuk tiga hari di ruang perawatan High Care Unit saat ini," ujarnya.

Namun, di ruang perawatan ini biaya lebih murah, sebesar Rp 500 ribu setiap harinya. "Kalau sama obat dan kunjungan dokter Rp 1,5 juta," sebut wini.

Biaya lainnya yang harus dikeluarkan, kata dia, adalah operasi bedah plastik yang bisa sampai Rp 20 juta. Biaya terse­but sudah termasuk obat dan tindakan dokter. "Tapi, ini masih hitungan kasar, bisa lebih mahal maupun murah," ucapnya.

Kendati demikian, dia me­minta kepada pihak keluarga untuk tidak perlu khawatir kar­ena seluruh biaya pengobatan dan perawatan telah ditanggung oleh Bantuan Sosial (Bansos) Kota Depok.

Dari pihak Pemprov DKI Jakarta, lanjut dia, belum ada konfirmasi untuk menanggung biaya perawatan. "Tidak tahu ka­lau secara pribadi menyumbang uang ke korban," ujarnya.

Wini berharap, Abbiyu bisa secepatnya pulih dan sehat, se­hingga bisa secepatnya kembali ke keluarganya.

Seperti diketahui, JPO Pasar Minggu yang ambruk pada Sabtu (24/10), mengakibatkan tiga warga meninggal dunia. Yaitu, Sri Hartati (52) warga Pancoran Mas, Depok, Aisah Zahra Ramadani (8) warga kam­pung Vitara dan Lilis Lestari (43) warga Jalan Sono Keling 2, Sukmajaya, Depok.

Korban luka yaitu, Abbiyu Al Faiq (5) warga Kampung Pitara, Pancoran Mas, Depok dirawat di RS Fatmawati, selanjutnya Azikri Alkabi (5), Ardiansyah (8) dan Yanah (32), satu kelu­arga warga Jalan F, Gang C, RT 07/04, Kebon Baru, Tebet dira­wat di RSUD Pasar Minggu.

Kemudian, Rumaisah Azizah (22), warga Totosari RT 03/14, Kelurahan Panjang, Lawean, Kabupaten Surakarta dirawat di RS Tarakan, Jakarta Pusat.

Sedangkan ketiga korban yang dipebolehkan pulang yaitu, Karima Nur Firdausy (23), warga Windan Baru, RT 04/07, Gumpang, Kertasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Didi (18) warga Serang, Banten dan Ahlan (15) warga Kampung Jawa, Pasar Minggu.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Koesmedi Priharto me­mastikan, seluruh korban luka yang dirawat di beberapa rumah sakit, seperti RS Tarakan dan RS Pasar Minggu telah diperboleh­kan pulang karena kondisinya sudah pulih.

Sementara, satu korban lainnya yaitu, Abbiyu Al Faiq masih dira­wat di RS Fatmawati karena kon­disi lukanya yang cukup parah. "Korban kena wajahnya sehingga dibutuhkan perawatan yang in­tensif," ujar Koesmedi kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Kendati parah, kata Koesmedi, RS Fatmawati masih mampu merawatnya dengan peralatan yang tersedia, sehingga tidak per­lu rujukan atau pindah ke rumah sakit lainnya yang lebih lengkap. "Sampai saat ini, belum ada per­mintaan pindah. Kalau ada, kami pasti fasilitasi," janjinya.

Untuk biaya perawatan, Koesmedi mengatakan, seluruh korban luka akibat ambruknya JPO di Pasar Minggu ditanggung BPJS Kesehatan, sehingga kelu­arga korban tidak perlu khawatir biaya perawatannya. Termasuk korban Abbiyu Al Faiq, selu­ruh biaya perawatannya akan ditanggung hingga sembuh sep­erti sedia kala. "Biaya yang dikeluarkan BPJS akan diganti atau dibayar Dinas Kesehatan," janjinya.  ***

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

UAS Dihadang di Kutai Barat, DPR Minta Aparat Lindungi Tokoh Agama

Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09

Jadwal Babak Perempat Final hingga Final Piala Dunia 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:51

RI Bisa Belajar dari Vietnam untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:41

Prabowo Berpeluang Akhiri Konflik Rempang dengan Standar Tata Kelola Baru

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:34

Video Parodi Kopdes Jauh dari Pemukiman Viral, Menkop Janji Evaluasi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:32

Roy Suryo Pede Menangkan Praperadilan soal Pasal ITE

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:10

ASN Pemkot Bandung Terlibat Judol Bisa Dipecat

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:50

Ledakan Guncang Damaskus di Tengah Kunjungan Bersejarah Presiden Macron

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:28

Puan Siap Tindak Lanjuti Diplomasi "Sungai Gangga dan Sungai Mahakam"

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:05

Prediksi Argentina Kontra Mesir Malam Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 17:51

Selengkapnya