Berita

Foto/Net

Bisnis

Rokok Mahal, Petani Tembakau Mestinya Bisa Hidup Layak Dong

Pemerintah Naikkan Harga Rokok Per 1 Januari 2017
SELASA, 11 OKTOBER 2016 | 09:37 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati telah menandatangani Peraturan Menkeu Nomor 147/PMK.010/2016 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 179/ PMK.011/2012 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau.

Pada beleid ini, selain menaikkan tarif cukai rokok rata-rata 10,54 persen, juga mengatur harga jual eceran rokok yang berlaku per 1 Januari 2017.

Dengan peraturan baru ini, tarif cukai yang ditetapkan kembali tidak boleh lebih rendah dari tarif cukai yang berlaku. Selain itu, harga jual eceran rokok tidak boleh lebih ren­dah dari batasan harga jual eceran per batang atau gram yang diatur undang-undang.


Mengacu pada peraturan baru tersebut, mulai 1 Januari 2017, harga jual eceran Sigaret Kretek Mesin paling rendah Rp 655 atau naik dari sebelumnya Rp 590. Sedangkan rokok Sigaret Putih Mesin, paling rendah Rp 585 atau naik dari sebel­umnya Rp 505.

Untuk Sigaret Kretek Tangan atau Sigaret Putih Tangan paling rendah Rp 400, juga naik dari sebelumnya Rp 370. Sementara untuk Sigaret Kretek Tangan Filter dan Sigaret Putih Tangan Filter paling rendah Rp 655, naik dari sebelumnya Rp 590.

Adapun harga jual eceran terendah Sigaret Kretek Mesin tembakau impor ditetapkan Rp 1.120 dan harga jual eceran terendah Sigaret Putih Mesin Rp 1.030. Untuk harga jual eceran terendah Sigaret Kretek Tangan atau Sigaret Putih Tangan Rp 1.215. Lalu, harga jual eceran terendah Sigaret Kretek Tangan Filter dan Sigaret Putih Tangan Filter adalah Rp 1.120.

Pertimbangan pemerintah menaikkan tarif cukai rokok dan harga jual eceran rokok hasil tembakau adalah untuk men­ingkatkan pengendalian konsumsi rokok dan meningkatkan potensi penerimaan negara dari cukai hasil tembakau.

Nah, netizens Tanah Air ramai merespons keputusan pemerintah menaikkan harga rokok pada 1 Januari 2017. Banyak netizen setuju, tidak sedikit yang menolak.

Di antaranya, akun pada media sosial Facebook antusias menyambut kenaikan harga rokok. Bahkan dia ingin kalau bisa harga rokok termurah sebungkus Rp 100 ribu. "Saya sangat setuju. Kalau bisa minimal Rp 100 ribu per bungkus. Berarti saya kembali ke masa lalu, merokok pakai daun kawung dan kertas pahpir," katanya.

Akun Wisnu Ariwibowo menyesalkan kenaikan harga rokok hanya sekitar 10 persen. Dia khawatir harga rokok relatif murah memicu anak di bawah umur ikut merokok, "Kalau nggak dinaikkan harga rokok, anak-anak sekolah yang suka merokok bisa beli rokok."

Senada disampaikan netizen S.K. Kaban, "Kenaikannya terlampau ren­dah bu Sri Mulyani. Kalau perlu 2 kali lipat, biar aku berhenti merokok."

Lain lagi alasan netizen Naova Via Va. Menurut dia, kenaikan harga rokok yang sekira 10 persen tidak menguntungkan para petani tembakau. Apalagi pemerintah tidak menaikkan harga jual tembakau di tingkat petani. "Bagaimana dengan bahan dasarnya? Naik nggak? Kasihan juga kan yang petani tembakau dan cengkeh harg­anya murah," katanya.

Akun Fir Daus lebih setuju pe­merintah menutup parbik rokok. Dia lebih mementingkan kesehatan ketimbang pendapatan negara, "Langsung aja pabrik rokoknya di­tutup, tak usah lagi harga rokoknya dinaikin. Dampak untuk anak-anak sangat berbahaya."

Akun Nabila tidak memper­masalahkan kenaikan harga rokok. Tapi dia minta harga paket internet telephone seluler tidak naik, "Nggak jadi masalah yang penting harga paket internet jangan di naik kan ya bu Sri."

Sementara, netizen D’hkaila Aurelia khawatir kenaikan harga rokok akan menurunkan daya beli masyarakat, yang berimplikasi pada kelangsungan perja para karyawan pabrik rokok. "Jika harga rokok di atas angin mungkin negara akan bangkrut. Coba tuh kaji ulang. Akan lebih banyak kerugian yang akan di timbulkan jika harga rokok dinaikan. Berapa banyak buruh pabrik dipecat kalau roko nggak laku," komentarnya.

Akun Bintang Gumilar mengecam pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla sering menaikan harga barang, "Zaman Jokowi yang katanya pro rakyat, rupan­ya sangat mengecewakan rakyat. Habis ini harga apalagi yang naik?"

Sebaliknya, akun Rahmadi Setiawan mengaku tidak masalah harga rokok semakin mahal. Banyak perokok tak akan berhenti merokok. "Mau naik sampai Rp 50 ribu sebungkus no problem lah. Rokok lebih penting dari makan. Kalau tak merokok bisa pening!" ungkapnya.

Penjual rokok rumahan dengan akun Slamet Riyanto mengaku senang pemerintah menaikan harga jual rokok produksi pabrik. Baginya, semakin mahal rokok produksi pabrik, semakin menguntungkan pebisnis rokok ru­mahan, "Alhamdulillah, usaha rokok rumahan bakal berkembang. Tanpa cukai, tanpa gambar seram, harga jauh lebih murah." ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya