Berita

Basuki Tjahaja Purnama/Net

Politik

Aktivis 98: Barangkali Ahok Nanti Jadi Muallaf

SELASA, 11 OKTOBER 2016 | 01:44 WIB | LAPORAN:

RMOL. Isu suku, agama dan ras yang kerap dijadikan sebagai komoditas politik dalam Pilkada DKI 2017 disesalkan.

Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari 98) Willy Prakarsa mengatakan, warga DKI untuk tidak terjebak dalam permainan politik tersebut.

"Kami menyayangkan para begundal politik memanfaatkan situasi Pilkada DKI ini. Dengan menjadikan agama sebagai komoditas politik. Kasihan, saya melihat makin banyak orang berpikir terkotak-kotak," tegas dia dalam keterangan yang dikirimkan ke redaksi, Senin malam (10/10).


Willy menjelaskan, masa-masa saat ini sangatlah rawan dengan perpecahan. Sehingga, di lapangan sering terjadi percikan konflik antar masa pendukung. Pertarungan ideologi yang pun disuguhkan di tataran elite parpol.

"Indonesia menganut pluralisme dan sah-sah saja siapapun pemimpinnya dari agama apapun dengan catatan sesuai agama yang diberlakukan di Indonesia. Jangan jadikan Pilkada DKI ini kita menjadi bercerai berai," tutur aktivis 98 ini.

Willy optimis, Kepolisian RI dibawah Kepemimpinan Kapolri Tito Karnavian mampu menciptakan rasa aman, nyaman dan tidak mengganggu kamtibmas ditengah-tengah pesta demokrasi.

"Kami yakin sikap netralitas Polri dipastikan tetap terjaga ditengah-tengah kegaduhan politik di DKI saat ini," terangnya.

Willy mengapresiasi, sikap calon petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang legowo meminta maaf ke publik terkait polemik surat Al Maidah ayat 51.

"Ya bagus lah Ahok belajar Al Quran lewat Surat Al Maidah 51. Ya jangan disudutkan kalau salah, harusnya dibenarkan itu. Ya barangkali Ahok nanti jadi Muallaf," tandasnya. [sam]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya