Berita

Net

Bisnis

Perbankan Syariah Bantu Pencapaian Target SDGs

SENIN, 10 OKTOBER 2016 | 09:33 WIB | LAPORAN:

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan keuangan syariah bisa menjadi salah satu solusi dunia dalam mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

"Prinsip-prinsip khas keuangan syariah yang memihak pada pemerataan pendapatan dan berorientasi pada kegiatan sosial lingkungan menjadikan pengembangan sistem keuangan syariah sangat relevan dengan pencapaian target-target SDGs," jelas Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad dalam keterangannya, Senin (10/10).

Dia menjelaskan, keuangan syariah tidak hanya menjangkau aspek pemberantasan kemiskinan. Juga mencakup peningkatan kesehatan, penyediaan pendidikan yang berkualitas, kesetaraan gender, pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, antisipasi perubahan iklim dan penurunan ketimpangan tingkat pendapatan.


"OJK sebagai otoritas sektor jasa keuangan di Indonesia terus mendorong perkembangan sektor keuangan syariah, mulai dari sektor perbankan syariah IKNB syariah dan pasar modal syariah," beber Muliaman.

Menurutnya, share industri perbankan syariah terhadap perbankan nasional menunjukkan kenaikan dibanding tahun sebelumnya yaitu dari 4,60 persen pada Juli 2015 menjadi 4,81 persen di Juli 2016. Share diperkirakan mencapai 5,13 persen apabila turut memperhitungkan hasil konversi BPD Aceh menjadi Bank Umum Syariah.

Sejalan dengan perkembangan share tersebut, terjadi kenaikan aset perbankan syariah (BUS dan UUS) sebesar 18,49 persen (yoy) dari Rp 272,6 triliun pada Juli 2015 menjadi Rp 305,5 triliun di Juli tahun ini. Kenaikan terutama didorong oleh meningkatnya penghimpunan dana pihak ketiga sebesar 12,54 persen (yoy) dari Rp 216 triliun pada Juli 2015 menjadi Rp 243 triliun di Juli 2016. Yang selanjutnya telah mendorong penyaluran pembiayaan tumbuh sebesar 7,47 persen (yoy) dari Rp 204,8 triliun pada Juli 2015 menjadi Rp 220,1 triliun di Juli 2016.

Sementara, dari sisi kualitas pembiayaan, NPF gross mengalami penurunan (yoy) dari 4,89 persen (Juli 2015) jadi 4,81 persen. Sementara profitabilitas yang tercermin dari rasio ROA meningkat dari 0,91 persen (Juli 2015) menjadi 1,06 persen, rasio BOPO membaik dari 94,19 persen (Juli 2015) jadi 92,78 persen. Selain itu, terjadi peningkatan kecukupan permodalan perbankan syariah yang tercermin dari kenaikan rasio CAR dari 14,47 persen (Juli 2015) jadi 14,86 persen.

Untuk pasar modal syariah, persentase nilai masing-masing efek syariah dari total efek per tanggal 23 September 2016 adalah saham syariah sebesar 55,97 persen, sukuk korporasi sebesar 3,88 persen, reksa dana syariah sebesar 3,76 persen dan sukuk negara sebesar 15,08 persen.

Sedangkan perkembangan industri keuangan non bank (IKNB) Syariah sampai Juli 2016 total asetnya meningkat sebesar 23,18 persen menjadi Rp 80,1 triliun. Pertumbuhan aset didominasi oleh penambahan pelaku usaha serta pengembangan produk dan layanan IKNB Syariah.

Sementara itu, sukuk Indonesia di lingkup global telah memberikan kontribusi yang cukup signifikan mencapai sekitar 23,3 persen atau sekitar USD 10,15 miliar dari total penerbitan sovereign sukuk internasional. Indonesia juga negara pertama yang memiliki sukuk ritel.

"Pasar modal syariah juga bisa berperan signifikan dalam membantu pembiayaan proyek infrastruktur pemerintah. Terutama melalui pengembangan pasar sukuk," jelas Muliaman yang juga mantan deputi gubernur Bank Indonesia. [wah] 

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya